Dermaga Yahim penuh sepeda motor, penumpang mengeluh

Dermaga Yahim, Sentani, Papua
Areal parkir di Dermaga Yahim, Sentani, Kabupaten Jayapura. - Jubi-Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Masyarakat mengeluhkan kondisi Dermaga Yahim yang berubah menjadi tempat parkir sepeda motor. Akibatnya, aktivitas para penumpang kapal cepat yang turun-naik di dermaga di Kampung Yahim itu terganggu.

Dermaga Yahim yang terletak di Kampung Yahim, Kelurahan Dobonsolo, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, merupakan dermaga poros transportasi masyarakat adat yang bermukim di Danau Sentani. Dermaga itu menjadi tumpuan transportasi danau warga Kampung Babrongko, Simporo, Kameyakha, Atamali, Abar, Putali, Kensio, Yoboi, Hobong, Ifale, dan Ifar Besar yang ingin bepergian ke Kota Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura.

Read More

Dengan semakin banyaknya sepeda motor yang diparkir di dermaga itu, aktivitas para penumpang yang turun dan naik kapal cepat di Dermaga Yahim terganggu. Salah seorang penumpang kapal cepat di Dermaga Yahim, Anes Ibo menyatakan dermaga seharusnya tidak difungsikan sebagai tempat parkir sepeda motor.

Baca juga: Pengadaan bak sampah di Dermaga Yahim bukan tugas Dinas Lingkungan Hidup

“Sebenarnya dermaga diperuntukan bagi penumpang speed boat,  baik yang mau ke kampung atau dari kampung ke kota. [Dermaga] bukan parkiran motor,” kata Ibu saat dijumpai di Dermaga Yahim pada Selasa (22/6/2021).

Ibo menyatakan Dermaga Yahim sudah dilengkap tepat parkir tersendiri. Meskipun tempat parkir itu tidak dilengkapi atap, itu bukan alasan bagi pemilik sepeda motor untuk memarkir kendaraan mereka di dermaga.

“Parkiran sudah ada, dan seharusnya [semua sepeda motor] diparkir di tempat yang ada. Jika [pemilik sepeda motor] dibiarkan memarkir kendaraannya di dermaga, nanti akan menjadi kebiasaan yang merusak dermaga itu,” kata Ibo.

Ia berharap Pemerintah Kampung Yahim dapat memberitahu warga untuk tidak memarkir sepeda motor di dermaga. “Mungkin kepala kampung [sudah] pernah sampaikan juga, tapi kesadaran yang kurang kah?” Ibo bertanya.

Salah seorang pegunjung Dermaga Yahim, Sem juga mengkhawatirkan kondisi dermaga yang dipakai sebagia tempat parkir. “Hal itu tidak boleh terjadi. Kalau dibiarkan, nanti akan menjadi kebiasaan dan merusak pemandangan,” kata Sem.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Related posts

Leave a Reply