Mama-mama Papua di Pasar Pharaa berjualan di pelataran parkir tanpa naungan

Pasar Pharaa, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua
Para pedagang di Pasar Pharaa, Sentani, Kabupaten Jayapura. - Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Aktivitas para Mama-mama Papua yang menjadi pedagang tidak tetap di Pasar Pharaa, Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura, sejak tahun lalu dipindahkan ke pelataran parkir pasar itu. Akan tetapi, hingga kini mereka masih berjualan di lokasi yang tanpa naungan/atap.

Pada Rabu (4/8/2021), para Mama-mama Papua yang berjualan di pelataran parkir Pasar Pharaa menggelar dagangan mereka yang hanya beralas karung. Mereka berjualan di tempat yang tanpa naungan, sehingga sayur-mayur yang mereka jual cepat layu terkena terik matahari.

Read More

“Saya bawa sayur pagi, sebagian laku, dan sebagainya tidak habis. Masih ada ini, karena kena panas tambah layu, jadi kelihatan sudah tidak baik lagi,” kata Mama Prosina Wonda kepada Jubi, Rabu.

Baca juga: Disperindag Kabupaten Jayapura setuju Pasar Pharaa dikelola pihak ketiga

Menurut Mama Prosina, lokasinya berjualan dipindahkan dari dalam pasar ke pelataran parkir sejak tahun lalu. Menurutnya, ia diberitahu bahwa pemindahan itu karena pandemi COVID-19.

“Sampai sekarang kami masih berjualan di panas-panas. Tidak ada payung atau tenda. Kami datang jualan, jualan belum laku sudah layu, ya kami buang ke tempat sampah ada. Atau kami bawa [pulang untuk dijadikan] makanan ternak. Pasar ini katanya untuk Mama-mama Papua, nyatanya kami justru berjualan di luar gedung besar ini,” kata Mama Prosina.

Salah seorang pegunjung Pasar Pharaa,  Filipus mengaku sangat sedih melihat kondisi Mama-mama Papua yang berjualan dibawah terik matahari. “Mama-mama ingin berjualan bukan untuk perkaya diri, mereka berjualan untuk makan sehari,” kata Filipus.

Filipus meminta Pemerintah Kabupaten Jayapura memikirkan solusi bagi para Mama-mama Papua yang berjualan di pelataran parkir Pasar Pharaa itu. “Mereka ini yang punya negeri ini, kenapa tidak perhatian mereka? Buatkan tenda panjang, atau berikan payung buat mereka, agar mereka terlindungi dari matahari dan hujan,” tegasnya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Related posts

Leave a Reply