Papua No. 1 News Portal | Jubi
Sentani, Jubi – Masyarakat Kabupaten Jayapura berharap dampak dan manfaat penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua benar-benar dirasakan masyarakat. Hal itu dinyatakan salah satu warga Kabupaten Jayapura, Yoberce Nisaf.
Yoberce Nisaf menyatakan waktu penyelenggaraan PON semakin dekat. Namun, Panitia Besar PON XX Papua belum berhasil membuat warga di Papua merasa bertaut atau berkepentingan dengan penyelenggaraan PON.
Nisaf menyatakan warga Kabupaten Jayapura bahkan tidak merasakan ada perbedaan suasana di Kabupaten Jayapura, salah satu lokasi penyelenggaraan PON XX Papua. Ia melihat warga Kabupaten Jayapura juga tidak peduli dengan penyelenggaraan PON.
Baca juga: Pemeriksaan peralatan cabor PON Papua, Jefri: Baru cabor sepakbola dan catur
“Saya sebagai pedagang kecil tidak melihat semaraknya orang sambut PON. Suasana di sini hanya biasa-biasa saja,” kata Nisaf di Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura, Kamis (9/9/2021)
Nisaf menyatakan kehebohan pemerintah membuat PON tidak mempengaruhi keberadaan rakyat sepertinya. “Setelah semua kegiatan berlangsung, baru kami bisa bilang PON itu ada dampak buat masyakarat dan tidak. Saat ini, kami jualan seperti biasa, pembeli juga seperti biasa, pendapatan juga seperti biasa. Artinya, belum ada perubahan,” ucapnya.
Menurutnya, pemerintah harus melihat pedagang kecil yang akan berjualan selama penyelenggaraan PON. “Pemerintah daerah harus lihat dan bantu kami, agar PON ada dampak buat masyarakat. Dari situ kami bisa rasakan perubahan itu. Kami di jalan, tahan panas dan hujan, lihat dan rasakan sekali dampak itu,” kata Nisaf.
Baca juga: Anggaran konsumsi dan transportasi lokal PON XX senilai Rp1,4 Triliun segera cair
Warga yang lain, Narry mengaku juga tidak merasakan dampak penyelenggaraan PON bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah seperti dirinya. Ia bahkan ragu mengikuti anjuran pemerintah untuk memproduksi noken sebanyak-banyaknya.
“Pemerintah bilang bikin noken sebanyak mungkin. Kami [bisa] bikin, tapi nanti apakah semua itu orang PON beli? Soalnya, [kalau kami membuat banyak noken], kami keluarkan biaya yang besar juga,” ucapnya.
Ia berharap pemerintah memperhatikan kondisi masyarakat yang menjadi tuan rumah PON. “Jangan bicara ‘ayo dukung, ayo dukung’, tapi tidak ada tindakan ke masyarakat. Kaos, tempat, atau kasih modal? Tidak usah sampai puluhan juta, yang penting mereka bisa pakai [untuk] menambah kembangkan usaha,” jelas Narry. (*)
Editor: Aryo Wisanggeni G






