Papua No.1 News Portal | Jubi
Sentani, Jubi – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Khairul Lie, yang juga sebagai juru bicara Tim Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Jayapura, mengatakan pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat yang berada di setiap venue penyelenggaraan PON XX di Kabupaten Jayapura telah mencapai 40 persen, dari total 87.226 warga sasaran vaksinasi.
Tercatat venue yang berada di Sentani Timur sasaran warga yang divaksinasi sebanyak 41,3 persen, Sentani 44,2 persen, dan Waibhu 42,1 persen.
Dikatakan, hingga saat ini sasaran vaksinasi secara umum di Kabupaten Jayapura telah mencapai 33.997 orang, atau 37,9 persen. Secara nasional angka ini sudah melampaui target dosis pertama yang ditetapkan 22 persen.
“Target kita sebelum pelaksanaan PON XX di daerah ini, sasaran vaksinasi harus mencapai 70 persen. Tersisa 40 persen yang harus diselesaikan,” ujar Khairul Lie di Sentani, Rabu (11/8/2021).
Menurutnya, target pencapaian sasaran vaksinasi dapat dilaksanakan hingga akhir Agustus, hal ini dilihat dari antusias warga yang terus berdatangan ke sentra-sentra pelayanan vaksinasi, baik yang dilakukan oleh tim medis pemerintahan maupun lembaga-lembaga lain seperti TNI dan Polri di Kabupaten Jayapura.
Sementara untuk pasien Covid-19, kata Lie, saat ini jumlah kasus positif yang terdata sebanyak 2.489 kasus, yang dirawat sebanyak 633 orang, dan yang sembuh 26 orang.
“Angka positif Covid-19 sejak memasuki Agustus mulai menurun drastis dari sebelumnya yang per hari bisa mencapai 70-90 kasus per hari.”
Hal ini, kata dia, dampak dari antusiasnya warga dalam mengikuti vaksinasi, juga disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan.
“Yang meninggal sejak adanya pandemi terbesar ini, di Kabupaten Jayapura hingga Juli tercatat 100 orang, dan memasuki awal Agustus bertambah lima orang. Jumlah ini diharapkan tidak bertambah dengan kesadaran setiap orang untuk disiplin dalam menjalankan prokes dengan baik dan mengikuti program vaksinasi,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Utama RSUD Yowari, Petronela Risamasu mengharapkan agar masyarakat lebih peka dan serius mengurusi kesehatan masing-masing, agar benar-benar terhindar dari segala jenis penyakit.
“Yang sakit, wajib ke rumah sakit untuk diperiksa, dan akan dilayani sesuai prosedur yang berlaku. Alangkah baiknya, kesehatan masing-masing orang harus dijaga dengan serius, karena ketika kita sakit, tidak hanya keluarga dekat yang akan sibuk untuk mengurusi kita, keuangan dan ekonomi juga akan terdampak,” katanya. (*)
Editor: Kristianto Galuwo






