Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Sekitar 100 pendaftar penerimaan Bintara Noken dari berbagai wilayah di Papua mendatangi Kantor Gubernur Papua di Kota Jayapura pada Jumat (4/6/2021). Mereka mengadukan hasil seleksi penerimaan Bintara Noken yang menyatakan para pendaftar itu tidak lolos seleksi.
Para pendaftar penerimaan Bintara Noken itu datang ke Kantor Gubernur Papua dengan membawa spanduk aspirasi Spanduk itu bertuliskan “Kami putra/putri orang asli Papua datang meminta keadilan yang merupakan hak kami di atas tanah ini. MRP sebagai lembaga kultur dan negara, kami percaya suara bapak/ibu yang mulia, pasti akan dijawab oleh Presiden, Kapolri, Kapolda Papua di NKRI”.
Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Dance Yulian Flassy yang dihubungi pada Jumat menyatakan pihaknya telah mengetahui pengaduan dari para pendaftar penerimaan Bintara Noken itu. “Memang seleksi penerimaan Bintara Noken sangat ketat, makanya saya minta mereka sabar dan berdoa, agar apa yang diinginkan terwujud,” kata Flassy pada Jumat.
Baca juga: Bintara Noken Polri diharap minimalisir pasukan nonorganik di Papua
Flassy menyatakan ia akan menggelar rapat untuk membahas pengaduan itu pada Senin (7/6/2021) mendatang. Menurutnya, rapat itu akan mengundang Kepolisian Daerah Papua, Majelis Rakyat Papua, dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua, agar para pihak itu mendengar tuntutan putra-putri asli Papua yang tidak lolos seleksi Bintara Noken.
Flassy menyatakan pihaknya telah menerima penjelasan sementara dari Kepala Kepolisian Daerah Papua yang menyatakan kuota penerimaan Bintara Noken pada tahun 2022 akan ditambah. “Lewat telepon, memang Kapolda ada sampaikan, penambahan kuota itu baru akan ada di 2022. Untuk tahun ini, Mabes Polri memberikan [kuota] sebanyak 2.000 orang,” katanya.
Flassy juga berharap pada tahun depan TNI juga akan menambah kuota penerimaan prajurit TNI yang dikhususkan bagi orang asli Papua. “Saya berharap anak-anak Papua bisa bersabar dan terus berdoa, sebab kami pemerintah tidak akan tinggal diam,” ujarnya. (*)
Editor: Aryo Wisanggeni G






