Penularan Covid AS lebih dari 1 juta kasus sehari

Pandemi Covid-19 di Papua
Ilustrasi, pandemi Covid-19 di Papua – Jubi/Leon

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi –  Penularan Covid-19 di Amerika Serikat  mencapai lebih dari 1 juta kasus dalam sehari. Hal itu menunjukkan negara itu sedang menghadapi gelombang infeksi Covid-19 gila-gilaan. Tercatat kasus Covid-19 pada senin awal pekan lalu mencapai rekor 1.082.549 juta kasus dalam 24 jam.

Read More

Sedangkan data penghitungan terbaru Johns Hopkins University (JHU) yang menjadi acuan global, AS juga mencatat 1.688 kematian akibat virus corona di hari yang sama.

Baca juga :  WHO ingatkan pandemi Covid-19 sebabkan risiko wabah campak meningkat
900 ribu anak di AS sudah divaksin Covid-19
Penularan Covid-19 di sejumlah negara Eropa kembali meningkat

Pihak berwenang AS menuturkan lonjakan infeksi harian Covid-19 pada awal pekan ini kemungkinan terjadi akibat laporan virus corona yang tertunda selama libur Tahun Baru. Sejumlah negara bagian di AS tak merilis laporan infeksi harian Covid-19 pada malam Tahun baru, Jumat, (31/12/2021). Banyak wilayah di AS yang juga tak melaporkan jumlah infeksi Covid-19 hariannya selama akhir pekan lalu.

Menurut laporan CNBC, dapat menyebabkan penghitungan infeksi harian pada Senin (3/1) merupakan akumulasi selama akhir pekan lalu. Meski begitu, jumlah infeksi harian pada 3 Januari lalu membuat rata-rata kasus Covid-19 di AS naik jadi 480.273 kasus dengan 1.200 kematian dalam sehari.

Angka harian ini menjadikan total infeksi Covid-19 AS sejak awal pandemi menjadi 56.189.547 kasus dengan 827.748 kematian. Sedangkan Per Senin, Kementerian Kesehatan AS menuturkan sekitar 98 ribu warga AS dirawat di rumah sakit karena Covid-19, naik 32 persen dibandingkan pekan lalu.

Angka rawat inap itu mendekati puncak saat Covid-19 varian Delta pada awal September lalu. Saat itu, sebanyak 103 ribu warga AS dirawat di RS akibat virus corona. Tsunami infeksi Covid-19 harian di AS ini berlangsung ketika penyebaran virus corona varian Omicron terus meluas di berbagai penjuru dunia. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Related posts

Leave a Reply