Papua No. 1 News Portal | Jubi
Sentani, Jubi – Para Mama-mama Papua yang sebelumnya berjualan di area parkir Pasar Pharaa merasa senang telah dipindahkan dan bisa berjualan di los pasar. Sejak sepekan terakhir, mereka mulai mengisi los pasar di Gedung B, C, dan D Pasar Pharaa.
Salah satu Mama Papua, Anita Hara yang menjual pinang-sirih mengaku senang karena Mama-mama Papua sudah tidak berjualan di area parkir Pasar Pharaa. Menurutnya, kondisi para Mama-mama Papua yang berdagang di Pasar Pharaa menjadi lebih baik sejak tempat mereka berjualan dipindahkan.
“Sudah ada seminggu lebih mereka masuk di gedung dan samping los, duduk berjualan. Sekarang baru mereka bisa duduk lama jualan dan tidak kepanasan,” kata Hara saat ditemui Jubi pada Rabu (8/9/2021).
Ia menuturkan sebelumnya para Mama Papua berjualan di area parkir pasar, dan mereka berjualan tanpa naungan. “Kasihan waktu di luar, jualan tidak laku, panas lagi. Pokoknya kasihan sudah. Tapi sekarang mereka rasa aman,” ucapnya.
Baca juga: Pasar Pharaa akan dipagari
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Jayapura terus melengkapi prasarana di dalam pasar, agar para Mama Papua dapat berjualan dengan nyaman. Ia meminta penerangan di dalam gedung pasar ditambah, agar suasana pasar tidak gelap.
“Mama mereka yang jualan di los paling dalam itu gelap, jadi perlu pasang lampu. Agar yang mau beli bisa masuk, lihat apa yang mama mereka jual,” ujarnya.
Salah seorang pedagang sayuran, Pelina Entong mengaku sangat bersyukur tempat jualannya dipindahkan ke dalam pasar. “Sekarang baru saya rasa aman, tidak kepanasan, kehujanan, pokoknya aman sudah. Kami harap tidak boleh lagi pindah-pindahkan kami,” ujarnya.
Pelina Entong yang kini berjualan di los Gedung C Pasar Pharaa mengaku pendapatannya tetap bagus, kendati kini berjualan di dalam pasar. “Kalau [berjualan] di luar [pasar], kadang jualan kami layu. Kalau [berjualan] di luar [pasar] biasa dapat Rp400 ribu, [berjualan] di dalam [pasar] juga sama, tidak berbeda,” katanya. (*)
Editor: Aryo Wisanggeni G






