Harga ayam beku di Pasar Hamadi naik Rp 2 ribu

Salah satu pedagang ayam potong di Pasar Hamadi saat melayani pembeli. - Jubi/Ramah
Salah satu pedagang ayam potong di Pasar Hamadi saat melayani pembeli. – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Harga ayam beku di Pasar Hamadi mengalami kenaikan harga Rp 2 ribu, menjelang Ramadan pada akhir April 2020. Kenaikan ini diperkirakan akan melonjak mendekati Idulfitri seiring banyaknya permintaan masyarakat.
“Sudah empat hari ini harga ayam potong beku naik Rp 2 ribu. Ayam didatangkan langsung dari Jawa,” ujar salah satu penjual ayam potong, Rahman, Rabu (11/3/2020).
Dikatakan Rahman, harga ayam potong beku sebelumnya dijual Rp 33 ribu per ekor. Dengan kenaikan tersebut, rata-rata penjual ayam sekarang menjualnya dengan harga Rp 35 ribu satu ekor ukuran sedang, dan ukuran besar dari Rp 36 ribu dijual Rp 38 ribu per ekor.
“Stok ayam ada. Mungkin harga ayam mau naik. Pengiriman juga dikurangi. Bisa jadi mau puasa. Kalau penjualan lagi sepi,” ujarnya Rahman sambil tersenyum.
Tak seperti ayam potong beku yang mengalami kenaikan harga, justru ayam potong lokal harganya tetap stabil.
“Ayam lokal harganya stabil. Harganya dari Rp 65 ribu per ekor, ada yang Rp 60 ribu, ada Rp 55 ribu, bahkan ada yang dijual Rp 40 ribu sampai Rp 42 ribu,” ujar penjual ayam potong, Julaena.
Menurut Julaena, mendekati Idulfitri harga ayam potong atau lokal biasanya naik karena permintaan banyak dari masyarakat.
“Biasanya malah akan naik lagi jelang lebaran. Harga ayam potong lokal yang tadinya dijual Rp 40 ribu bisa jadi Rp 43 ribu sampai Rp 45 ribu satu ekor,” ujar Julaeha.
Begitupun dengan angka penjualan, diakui Julaeha, saat ini masih relatif standar. Berbeda menjelang lebaran atau Natal dan Tahun Baru, penjualan bisa meningkat hingga tiga kali lipat dari hari biasanya.
“Saya berharap semoga tahun ini penjualan juga banyak, karena tahun lalu penjualan saya banyak. Biasanya kalau menjelang hari-hari besar keagamaan, dalam sehari saya bisa menjual 20 karung sampai 25 karung (satu karung isi 25 ekor),” jelas Julaeha. (*)
Editor: Kristianto Galuwo

Related posts

Leave a Reply