
Papua No. 1 News Portal | Jubi
Sentani, Jubi – Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jayapura memperbaiki saluran air di sekitar pasar Pharaa Sentani, Kamis (21/2/2019).
Perbaikan dilakukan setelah meluapnya air beberapa waktu lalu akibat tertutupnya saluran air di sekitar pasar, akibat saat pembuatan lahan parkir di areal pasar tersebut, saluran air ikut tertutup.
Kepala dinas Perindag Kabupaten Jayapura, Yos Levie Yoku saat mengawasi perbaikan saluran air tersebut mengatakan, perbaikan dilakukan juga karena menjelang penilaian Adipura. Saluran air di pasar termasuk dalam item yang akan menjadi penilaian.
“Menjelang Go Adipura pada 1 Maret nanti ada indikator-indikator yang harus diperhatikan, seperti saluran harus bersih, tidak tersumbat, bersih dari sampah, bersih dari endapan, dan air harus mengalir,” katanya kepada Jubi saat ditemui di pasar Pharaa Sentani.
Hari itu, Kadis bersama petugas pasar dan security pasar melakukan pembongkaran saluran yang tersumbat.
“Ini kita bongkar karena tersumbat setelah dibersihkan nanti diganti dengan driil yang besih, agar saluran bisa di angkat dan dibersihkan. Kami sudah minta konsultan untuk datang mengukur berapa yang dibutuhkan,” katanya.
Pembuatan driil ini akan dianggarkan pada anggaran tahun 2020.
Untuk sementara, kesadaran masyarakat baik pengunjung maupun penjual di pasar Pharaa sangat diharapkan dalam menjaga kebersihan.
“Soal sampah ini tidak bisa salahkan pedagang. Ada interaksi pemerintah dan pedagang soal sampah ini, dan imbauan itu terus dilakukan agar mereka tahu kalau sampah ini sangat menganggu sebenarnya,” kata Yoku.
Di tempat yang terpisah, seorang masyarakat, Ananias mengatakan, perbaikan sebaiknya dilakukan jangan karena menjelang GO Adipura, tetapi karena memang pasar membutuhkan saluran dalam keadaan bersih demi kenyamanan pembeli maupun penjual di pasar itu.
Ia juga mengatakan jika memang ingin memperbaiki saluran air di pasar itu harus dilakukan hingga tuntas.
“Nanti kalau sudah Terima Go Adipura apa akan dilanjutkan atau ka hanya sampai di situ saja. Harus jelas,” kata Ananias.(*)
Editor: Angela Flassy





