Dewan Adat Suku Sentani gelar Mubes, membahas ini

Penyerahan hasil pembahasan komisi IV kepada Pimpinan Sidang. Jubi / Engel Wally
Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Musyawarah Besar (Mubes) Dewan Adat Suku ( DAS) Sentani berlangsung selama dua hari (16-17 September) di Pendopo Adat Kampung Bambar, Distrik Waibhu. Banyak membahas masa depan manusia Sentani dan sumber daya alamnya.

Termasuk sejumlah rekomendasi penting yang akan diberikan kepada PB PON Papua maupun Sub PB PON XX Kabupaten Jayapura sebagai klaster penyelenggara.

Read More

Juru Bicara DAS Sentani, Dr. Jhon Manangsang Wally mengatakan, maksud dan tujuan diselenggarakan Mubes itu lahir dari keprihatinan terhadap situasi yang terjadi belakangan ini. Tidak adanya keharmonisan antar pemerintah daerah dengan masyarakat adat. Kemudian masyarakat adat dan sesama masyarakat lain yang jalan dan berjuang sendiri-sendiri .

Dikatakan, banyak hal yang ingin dilakukan oleh semua masyarakat, termasuk sukseskan PON XX yang sebentar lagi akan berlangsung di Kabupaten Jayapura. Jika perhelatan akbar itu sukses maka langkah berikutnya adalah bagaimana menata Sentani ini kedepan seperti apa.

” Harapan besar dewan adat suku sentani adalah pelaksanaan pekan olahraga nasional ini harus sukses, karena ada rahasia besar di balik kesuksesan itu, ” ujar Jhon Manangsang Wally di tempat kegiatan, Jumat (17/9/21) malam.
Mubes kali ini juga membahas penyelamatan manusia SentaniSentani dan tanah, air, siklop, danau dan sumber daya alam yang saat ini sudah banyak berpindah tangan.

Menurutnya, hak ulayat harus dijaga sebaik mungkin dan menjadi warisan keluarga untuk generasi mendatang. Untuk mengatasi semua persoalan yang sedang dihadapi oleh masyarakat terkait itu semua, diperlukan adanya perbaikan pada lembaga DAS itu sendiri.

Terkait PON XX, lanjut Jhon, DAS Sentani sangat mendukung penuh perhelatan nasional ini. Dalam proses pelaksanaan nanti di awal, akan ada kirab api PON yang akan menyusuri Danau Sentani dari Barat hingga Timur. Kabarnya, Presiden Jokowi akan mengenakan pakaian adat Sentani dalam prosesi tersebut.

” Ada rekomendasi yang diberikan kepada panitia penyelanggara bahwa pemerintah daerah harus menyelesaikan persoalan hak ulayat dimana venue pon saat ini sedang berdiri,” ucapnya.

Sementara itu, Dorlince Mehue, perwakilan salah satu Ikatan Perempuan asal Sentani mengatakan Mubes ini sangat penting, menata kembali harapan dan aspirasi masyarakat yang selama ini lalai dilaksanakan oleh Dewan Adat.

” Rekomendasi khusus dari kami sebagai perempuan Sentani kepada dewan adat suku, agar pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional saat ini perlu melibatkan perempuan asal Sentani. Mendekati masa pelaksanaan, belum ada ruang dan tempat bagi perempuan sentani untuk terlibat secara langsung di dalamnya. Panitia harus menyiapkan ruang khusus bagi perempuan Sentani untuk turut terlibat secara langsung dalam proses peningkatan ekonomi keluarganya.”

Sekadar diketahui bahwa dalam Mubes DAS yang dilaksanakan ini, tongkat estafet kepemimpinan Ketua DAS diberikan kepada Origenes Kaway menggantikan Demas Tokoro yang telah.meninggal dunia beberapa waktu lalu. (*)

Editor: Syam Terrajana

 

Related posts

Leave a Reply