Demonstrasi anti kudeta di Sudan kembali memanas, tiga warga tewas tertembak

Penembakan Papua
Ilustrasi pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Khartoum, Jubi – Petugas medis di sudan menyebut tiga pengunjuk rasa tewas tertembak dalam demonstrasi anti kudeta militer pada Kamis, (6/1/2022). Mereka tewas oleh tembakan yang dilepaskan oleh pasukan selama demonstrasi di kota Omdurman dan Bahri, seberang Sungai Nil dari ibu kota Khartoum.

Read More

Pernyataan Komite Pusat Dokter Sudan itu menyebutkan para demonstran kembali berusaha mendatangi istana kepresidenan di Khartoum untuk terus menekan militer yang telah melakukan kudeta pada Oktober. Sedangkan kudeta itu menghentikan pengaturan pembagian kekuasaan yang dinegosiasikan setelah Omar al-Bashir digulingkan pada 2019.

Baca juga : Kudeta militer sudan korban jiwa mulai berjatuhan
Sudan usir pasukan Ethiopia dari perbatasan
Puluhan orang tewas akibat bentrok rasisme di Sudan

Militer telah membenarkan kudeta sebagai “koreksi” yang diperlukan untuk menstabilkan transisi. Mereka mengatakan protes damai diizinkan, namun yang menimbulkan korban akan dimintai pertanggungjawaban.

Sedikitnya 60 orang telah tewas dan lebih banyak lagi yang terluka oleh tindakan keras militer terhadap demonstrasi sejak kudeta itu, yang mengganggu upaya membawa perubahan demokratis, kata sekelompok petugas medis yang mendukung aksi protes.

Menurut sejumlah saksi mata kepada Reuters, dikutip Antara, Jum’at, (7/1/2022) pasukan menembakkan peluru dan gas air mata kepada massa yang memenuhi Khartoum dan kota-kota lain.

Seorang demonstran di Kota Omdurman mengatakan pasukan keamanan melepaskan peluru tajam dan gas air mata, dan menabrak beberapa orang dengan kendaraan lapis baja.

“Ada kekerasan yang luar biasa hari ini, situasi di Omdurman menjadi sangat sulit. Teman-teman kami telah tewas, situasi ini tak menyenangkan Tuhan,” katanya sambil meminta agar namanya tidak disebut.

Kementerian Kesehatan Negara Bagian Khartoum mengatakan pasukan keamanan menyerbu RS Arbaeen di Omdurman, menyerang petugas medis dan melukai pengunjuk rasa.Pasukan juga mengepung RS Pendidikan Khartoum dan menembakkan gas air mata ke dalam rumah sakit.

Di Bahri, seorang saksi melihat pasukan melemparkan gas air mata dan granat kejut. Tabung-tabung gas mendarat di rumah-rumah dan sekolah ketika pengunjuk rasa dicegah untuk mencapai jembatan ke Khartoum.

“Demonstrasi ini memperlihatkan penyimpangan dari perdamaian serta kasus-kasus agresi dan kekerasan oleh beberapa demonstran terhadap pasukan yang bertugas,” kata polisi Sudan dalam pernyataan, seraya menyebut sejumlah korban di kalangan polisi dan tentara.

Pernyataan itu juga mengatakan bahwa tiga orang telah ditangkap karena pembunuhan terhadap dua warga di Omdurman. Secara keseluruhan jumlah tersangka yang ditangkap mencapai 60 orang.

Pemerintah menekan Demonstrasi dengan mematikanlayanan telepon seluler dan internet sebagian sejak pagi. Sebagian besar jembatan yang menghubungkan Khartoum dengan Bahri dan Omdurman juga ditutup.

Koalisi Pasukan Kebebasan dan Perubahan, yang telah berbagi kekuasaan dengan militer sebelum kudeta, meminta Dewan Keamanan PBB untuk melakukan penyelidikan atas apa yang mereka gambarkan sebagai pembunuhan yang disengaja dan penyerbuan rumah sakit. (*)

Editor : Edi Faisol

Related posts

Leave a Reply