Papua No.1 News Portal | Jubi
Sentani, Jubi – Model pembangunan di Kabupaten Jayapura pada saat ini mengedepankan pendekatan religi dan edukasi. Karena itu, Gedung Layanan Kerukunan Umat Beragama dan Monumen Integritas Umat Beragama dibangun untuk merekatkan hubungan antarsesama.
“Kunjungan Menteri Agama menjadi sangat penting. Model pembangunan yang selama ini mengutamakan pendekatan politik dan militer (terhadap Papua) dapat diminimalisasi,” kata Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Jayapura Pendeta Alberth Yoku, Jumat (4/9/2020).
Menteri Agama Fachrul Razi dalam lawatannya ke Sentani, kemarin meletakan batu pertama pembangunan Gedung Layanan Kerukunan Umat Beragama (KUB) dan Monumen Integritas Umat Beragama. Menteri Razi dalam kesempatan itu kembali mengingatkan pentingnya menjaga dan menghormati keberagaman umat beragama di Papua.
“Menteri Agama mendukung penuh pembangunan tersebut. Pendekatan (pembangunan) yang harmonis dan (menghargai) kemajemukan menjadi bagian dari pembinaannya,” ujar Yoku.
Pembangunan Gedung Layanan KUB dan Monumen Integritas Umat Beragama menindaklanjuti penetapan Zona Integritas Umat Beragama di Kabupaten Jayapura, yang dicanangkan sekitar empat tahun lalu. Kedua fasilitas tersebut dibangun di sekitar kawasan Bandara Sentani. Monumen Integritas Umat Beragama juga bakal dilengkapi taman kota sebagai ruang publik.
“Pembangunan ini menunjukan kerukunan umat beragama di Kabupaten Jayapura. (Agar) monumen tidak sekadar (sebagai tanda) peringatan, masyarakat harus memahami (maknanya) sehingga (kerukunan umat beragama) benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Menteri Agama, saat peletakan batu pertama pembangunan Gedung Layanan KUB dan Monumen Integritas Umat Beragama di Kabupaten Jayapura. (*)
Editor: Aries Munandar






