
Papua No. 1 News Portal | Jubi
Sentani, Jubi – Sejumlah tokoh masyarakat adat di Kabupaten Jayapura dari Kampung Yobeh, Yahim, Ifar Besar, dan Yakonde dibawah otoritas Dewan Adat Suku (DAS) Sentani menanggapi pernyataan Decky Ohee terkait statusnya sebagai anak raja.
Seorang tokoh masyarakat adat Sentani, Frits Maurits Felle, menegaskan masyarakat Papua khususnya wilayah adat Tabi tidak memiliki sistem raja. Dikatakan, otoritas masyarakat adat di Papua diatur oleh masing-masing kepala suku dengan wilayah pemerintahan adat masing-masing.
“Kalau saudara Decky Ohee mengaku sebagai anak raja, mungkin itu sifatnya subyektif atas pribadinya sendiri. Karena tidak ada istilah raja di Papua. Kami juga tidak mengenal Decky Ohee secara pribadi,” jelas Maurits Felle, di Sentani, Rabu (6/2/2019).
Maurits Felle menegaskan DAS Sentani tidak dapat digunakan sebagai alat politik untuk kepentingan pribadi pada pesta demokrasi mendatang.
“Secara kelembagaan kami menolak dijadikan alat politik. Tetapi secara pribadi, bagi kami masyarakat adat di sini sudah membulatkan suara kami bagi paslon 01,” katanya.
Sebelumnya, pertengahan Januari lalu, dalam kegiatan pertemuan Alumni Perguruan Tinggi se- Indonesia, dalam rekaman video yang saai ini sedang viral di Youtube, Decky Ohee mengaku dirinya sebagai anak raja dan mengatasnamakan masyarakat adat Papua memberikan dukungan penuh kepada pasangan calon presiden 02.
“Saya anak raja, saya anak ondofolo besar di Tanah Papua. Kami punya hak untuk bicara. Kami juga punya hak untuk menentukan masa depan Papua,” katanya dalam video yang berdurasi 10 menit, yang diunggah oleh inShaa Channel, 26 Januari lalu. (*)
Editor: Dewi Wulandari





