Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Pandemi Covid-19 membuat sekolah harus beradaptasi, karena kegiatan belajar mengajar tidak dapat dilakukan dengan bertatap muka atau bertemu langsung. Selama masa pandemi itu, seluruh kegiatan belajar mengajar di SMA Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik atau YPPK Taruna Dharma Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, akan dilakukan secara daring atau online.
Hal itu disampaikan Kepala SMA YPPK Taruna Dharma Kotaraja, Kresencia Lesomar SPd MPd kepada Jubi di Jayapura, Kamis (16/8/2020). Menurut Lesomar, seluruh sarana belajar secara daring telah dipersiapkan sejak awal Juli.
Ia menyatakan selama satu semester ke depan, murid SMA YPPK Taruna Dharma akan mengikuti pelajaran dari rumahnya masing-masing. Kendati para siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar dari rumah masing-masing, mereka tetap diwajibkan mengikuti tata tertib sekolah.
Baca juga: Murid SMA YPPK Taruna Dharma diajak berkreasi melalui media sosial
“Kami akan mengajar anak-anak melalui aplikasi Google Classroom. Kami sudah melakukan uji coba aplikasi. Saat ini, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah sudah berhasil diselenggarakan secara daring, sehingga selama satu semester ke depan kegiatan belajar mengajar kami akan dilakukan secara daring,” kata Lesomar.
Ia menyatakan para guru telah mempelajari dan memperagakan aplikasi Google Classroom, Whatsapp, dan beberapa aplikasi sejenis yang akan digunakan para murid. “Dalam [kegiatan belajar mengajar lewat] aplikasi Google Classroom, guru akan mendistribusikan video pembelajaran, [soal] latihan, buku elektronik lewat Whatsapp, agar diunduh anak-anak dan dipelajari di rumah,” ujar Lesomar.
Menurut Lesomar, peran aktif orangtua menjadi kunci keberhasilan kegiatan belajar mengajar secara daring. Sejak tahun 2018, SMA YPPK Taruna Dharma telah menerapkan model “sekolah keluarga”, di mana para orangtua murid diharapkan aktif mengawasi anaknya belajar di rumah. Lesomar menyatakan pihak sekolah telah melakukan pertemuan daring dengan orangtua para murid, menjelaskan rencana sekolah untuk menggelar kegiatan belajar mengajar secara daring.
“Kami membuat paguyuban [orangtua murid]. Ada grup Whatsapp siswa, ada grup Whatsapp orangtua murid. Kepala sekolah dan wakil kepala sekolah masuk [di dalam grup Whatsapp orangtua murid], sehingga apabila ada rapat atau informasi, bisa disikapi secara langsung,” ujar Lesomar.
Baca juga: Beradaptasi dengan pandemi, SMA YPPK Taruna Dharma memindah kelas ke dunia maya
Menurutnya, penerapan kegiatan belajar mengajar secara daring juga menjadi solusi atas masalah sejumlah murid SMA YPPK Taruna Dharma yang terdampak kebijakan pembatasan angkutan penumpang di Papua. Sejumlah murid sekolah itu berada di luar Kota Jayapura, dan belum bisa kembali ke Kota Jayapura karena ada pembatasan angkutan penumpang yang diterapkan untuk mengendalikan penularan virus korona itu. Kebijakan itu diterapkan Pemerintah Provinsi Papua sejak 26 Maret 2020 lalu.
“Ada siswa kami yang di Kabupaten Nabire, Supiori, Kepulauan Yapen. Mereka bisa ikut kelas daring. Baru kemarin saya rapat dengan [murid] kelas 11 dan 12, mereka bisa belajar secara virual di rumah, dengan aplikasi Google Classroom,” kata Lesomar.
Guru mata pelajaran seni budaya di SMA YPPK Taruna Dharma, Immanuel Fernandez mengatakan melalui kegiatan belajar mengajar daring selama masa pandemi itu para siswa akan diajak mengenali jati dirinya, dengan membuat berbagai karya seni. “Saya sangat berharap para siswa yang berada di rumah dapat berkreasi dengan mengembangkan potensinya. Jangan menggunakan aplikasi untuk hal yang tidak bermanfaat,” kata Fernandez.(*)
Editor: Aryo Wisanggeni G






