Papua No. 1 News Portal | Jubi ,
Jayapura, Jubi – Menyusul bentrok antarwarga yang terjadi di Oksibil, ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Papua, Selasa (2/10/2018) pagi, membuat Pertamina melakukan langkah wait and see.
Regional Manager Retail Fuel Marketing PT Pertamina MOR VIII Maluku Papua, Fanda Chrismianto, mengemukakan pihaknya terus memantau perkembangan di Oksibil
“Selama kondisi masih dinyatakan aman, distribusi BBM ke Pegubin tetap dilaksanakan, " ujarnya melalui WA kepada Jubi, Rabu (3/10/2018).
Iapun mengakui stok di lembaga penyalur yang ada di Pegubin masih terpantau cukup dan berharap kondisi keamanan bisa segera stabil agar tidak terganggu proses distribusi BBM di
sana.
“Kebutuhan hariannya Premium 1.100 liter, Solar 750 liter, ketahanan stok masih lebih seminggu. Semoga konflik ini tak berlangsung lama," ujarnya.
Bentrok antarwarga di Pegubin diduga melibatkan dua kubu yakni pendukung bupati setempat, Costan Oktemka, dan kubu yang menginginkan Bupati Pegubin turun dari jabatannya.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol, A.M. Mustofa Kamal, Selasa (2/10/2018) malam, mengatakan tujuh orang terluka itu lima di antaranya merupakan warga sipil dari kedua kubu yang bertikai dan dua lainnya anggota polisi yang mengamankan situasi.
"Anggota polisi yang terluka yakni AKP Amon, yang merupakan Kasat Lantas Polres Pegunungan Bintang terluka pada bagian paha dan Brigadir Polisi Dolfis (Brimob), yang terluka pada bagian mata kanan. Kini para korban masih dirawat rumah sakit di Pegubin," kata Kombes Pol A.M. Kamal, Selasa (2/10/2018).
Menurutnya, selain korban luka, pertikaian antarwarga tersebut juga menyebabkan sedikitnya lima ruko dan lima rumah warga di lokasi kejadian terbakar.
Katanya, meski situasi di wilayah itu telah kondusif, namun aparat keamanan Polri dan TNI masih berjaga mengantisipasi kemungkinan adanya bentrok susulan. (*)





