Papua No.1 News Portal | Jubi
Sentani, Jubi – Pelaksanaan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua yang berlangsung di Kabupaten Jayapura sejak 8-13 November 2021 pekan kemarin, dinilai bersih tanpa ada penyebaran Covid-19, baik peserta Peparnas dan masyarakat lokal di Kabupaten Jayapura yang menjadi tuan rumah penyelenggara.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Khairul Lie mengatakan, semua peserta yang datang dari seluruh Indonesia dan tinggal di 12 hotel di Sentani, telah diperiksa oleh petugas medis sejak kedatangan hingga pelaksanaan Peparnas di Kabupaten Jayapura.
“Untuk Peparnas, setiap hotel yang ditinggali peserta disiagakan satu tim paramedis yang terdiri dari satu dokter dan lima tenaga perawat dan satu satu driver. Hal yang sama juga disediakan di beberapa venue seperti angkat berat, panahan menembak dan aquatik, dan istora, kecuali di Stadion Utama Lukas Enembe yang ditempati dua tim paramedis, karena cabang atletik ada beberapa nomor yang dilaksanakan seperti lari, lompat tinggi, lompat jauh, tolak peluru, lempar lembing dan cakram,” ujar Khairul di Sentani, Senin (15/11/2021).
Menurutnya, Peparnas yang pertama dilakukan di Kabupaten Jayapura termasuk yang terbaik, karena pada pelaksanaanya tidak ada kasus Covid, tanpa kasus cedera atau penanganan medis yang serius. Selama pelaksanaan Peparnas, di setiap tempat penyelenggaraan yang ditemui para medis hanya cedera ringan dan faktor nonteknis lainnya.
“Aturan mengharuskan tenaga medis selalu ada di setiap pertandingan, tidak ada medis yang siap maka pertandingan tidak akan berlangsung. Apalagi yang menjadi peserta Peparnas kali ini adalah mereka sebagai penyandang disabilitas. Tenaga medis yang ditugaskan juga adalah mereka-mereka yang benar memiliki kamampuan ketika menangani pasien difabel, baik itu tunarungu, netra, daksa, wicara, grahita dan yang menggunakan fasilitas pendukung seperti kursi roda dan tongkat,” jelasnya.
Khairul menambahkan, petugasnya akan melaksanakan tugas-tugas medis sampai dengan kepulangan para peserta dari Kabupaten Jayapura.
“Semua hal harus dipastikan aman sampai dengan selesainya pelaksanan kegiatan. Demikian juga dengan peserta yang datang ke sini dan ketika pulang ke tempat mereka harus dalam kondisi sehat,” katanya.
Sementara itu, Immanuel de Sousa salah satu warga Kota Sentani yang juga terlibat dalam kegiatan Peparnas sebagai Panitia Penyelenggara Cabang Atletik, mengaku sangat mengapresiasi akan kinerja para petugas medis di Stadion Utama Lukas Enembe.
“Dengan keterbatasan peserta yang mengikuti lomba, baik lari, lompat dan lempar, petugas medis selalu siap siaga dan memberikan pelayanan terbaik, yang paling sering terjadi insiden saat bertanding adalah di nomor lari. Dengan anggota tubuh yang kurang, sering sekali dalam lintasan lari saat lomba, ada peserta yang jatuh karena kelelahan, terkilir dan lain sebagainya. Apalagi mereka yang tunanetra, walaupun ada pendamping yang mengawal saat berlomba, pasti ada yang jatuh di tengah lintasan dari sekian peserta yang berlomba. Para medis selalu siap dalam tugas-tugas mereka,” katanya. (*)
Editor: Kristianto Galuwo






