Pengungsi Gempa Sulbar menolak direlokasi ke Stadion

Papua, pengungsi
Ilustrasi, pixabay.com

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Komandan Satgas Penanggulangan Bencana Sulawesi Barat Brigjen TNI Firman Dahlan membenarkan beberapa pengungsi akibat gempa Sulawesi Barat menolak direlokasi ke area Stadion Manakkara.  Mereka berkukuh tetap menempati tenda-tenda pengungsian semi permanen yang sudah dibangun.

Read More

“Tidak semua [menolak], ada beberapa,” kata Firman, Selasa (19/1/2021) kemarin.

Berita terkait : Gempa magnitudo 6,2 di Sulbar tewaskan warga, kantor gubernur ambruk 

Gempa magnitudo 5,0 kembali guncang Majene 

Jalur antar kota di Sulawesi Barat kembali terputus akibat longsor

Alasan melakukan relokasi pengungsi ke area stadion agar bisa mendapatkan fasilitas yang lebih layak. Ia memastikan berbagai fasilitas bagi pengungsi sudah tersedia di dalam stadion tersebut.

“Biar layak dan lebih nyaman dengan pelayanan kesehatan, MCK, dapur umum, trauma healing dan lain-lain,” kata Firman menambahkan.

Firman mengatakan pembuatan tenda di stadion tersebut dilaksanakan dua hari setelah bencana. Menurut dia, saat itu belum ada informasi Presdien Joko Widodo akan berkunjung ke Mamuju.

Hal itu berbeda dengan keterangan sejumlah pengungsi dalam video beredar di media sosial yang mengaku  keberatan direlokasi dengan  alasan karena Presiden Joko Widodo akan mengunjungi Stadion Manakkara sebagai tempat pengungsian.

Diketahui, Jokowi sudah mengunjungi Stadion Manakkara untuk menemui para pengungsi korban gempa bumi bumi di Mamuju pada Selasa (19/1/2021).

“Masa kita disuruh pindah. Cuma gara-gara Jokowi kita disuruh pindah. Barang-barang mau dibawa ke mana? Bagaimana ini. Kita disuruh pindah karena akan kedatangan Jokowi. Disuruh kosongkan kendaraan, tenda dibongkar. Katanya kalau pulang Jokowi tenda bisa dipasang lagi,” kata seorang pengungsi di video tersebut.

Tercatat korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Sulbar bertambah menjadi 90 orang per Selasa (19/1/2021) hari ini.  Korban meninggal dunia tersebar sebanyaj 79 orang di Kabupaten Mamuju dan 11 orang lainnya di Kabupaten Majene. Sednagkan warga yang mengungsi di Kabupaten Mamuju berjumlah 7.255 orang dan di Kabupaten Majene 2.650 orang. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Related posts

Leave a Reply