
Wamena, 13/6 (Jubi) – Guna menyamakan persepsi dalam rangka menyambut pelaksanaan Pemilukada Jayawijaya maupun pengumuman hasil verifikasi bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya 18 Juni 2013, Polres Jayawijaya menggelar dialog dengan berbagai unsur di Jayawijaya.
Dialog yang digelar dalam rangka mewujudkan Kabupaten Jayawijaya yang aman dan nyaman menjelang penetapan Hasil Varifikasi Pemilukada Tahun 2013, dengan melibatkan para tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat serta pemangku kepentingan lainya.
Kapolres Jayawijaya, AKBP Johnny Eddizon Isir, S.ik, MTCP mengatakan, dari dialog yang dilaksanakan telah tercapai satu kesepahaman dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan yang ada di Kabupaten Jayawijaya dapat terbangun, bagaimana untuk bersama-sama mendorong agar pelaksanaan Pemilukada Jayawijaya dapat terselenggara dengan aman dan lancar.
“Kita telah menyepakati bersama bahwa semua pihak menginginkan agar pelaksanaan Pemilukada Jayawijaya tahun ini berjalan aman, tanpa adanya masalah serius,” ujar Kapolres usai kegiatan kepada wartawan di Pilamo Hotel, Wamena, Kamis (13/6).
Diakui Kapolres, adanya perbedaan yang terjadi jelang Pemilukada Jayawijaya, melalui dialog yang digelar tersebut dapat diselaraskan agar rangkaian Pemilukada bisa berjalan aman.
Untuk masalah pengamanan sendiri, diakui Kapolres khususnya mengenai pengumuman hasil verifikasi bakal calon pasangan Bupati dan Wakil Bupati dari dukungan partai politik, dilakukan dengan melibatkan sekitar 175 personel dari gabungan Polri dan TNI.
“Pengamanan pengumuman hasil verifikasi ada pengamanan terbuka dan tertutup, dengan pola-polanya ada penjagaan di tempat-tempat strategis seperti Kantor KPU, lokasi-lokasi rumah pimpinan KPU terus ada pengamanan yang melekat ke pimpinan KPU,” terangnya.
Apapun hasil yang akan diumumkan KPU Jayawijaya menyangkut pasangan bakal calon Bupati, Kapolres menegaskan bahwa masyarakat harus yakin bahwa KPU melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan aturan yang ada.
“Siapa pun yang diumumkan KPU lolos untuk jadi pasangan calon, kita harus hormati semua keputusan KPU dan sama-sama menjaga situasi Kamtibmas yang ada, bahwa pengumuman itu baru salah satu tahap dari proses atau dinamika yang ada dalam Pilkada,” tegasnya.
Disisi lain Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jayawijaya, Alexsander Mauri mengatakan, masukan yang diterima dari berbagai unsur yang ada bahwa semuanya menghendaki agar Kabupaten Jayawijaya kondusif jelang pengumuman verifikasi pasangan bakal calon Bupati hingga pada pemilihan.
“Para tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama menjamin untuk tahapan pengumuman verifikasi nanti tokoh-tokoh sudah menjamin akan menghimbau rakyat dan warga mereka untuk tidak mudah terprovokasi, terancing tetapi mempercayakan semua yang terkait dengan penyelenggaraan Pemilukada ini kepada KPU dan Panwaslu Jayawijaya sebagi penyelenggara Pemilukada Jayawijaya,” ungkap Alexsander Mauri.
Maka dari itu Mauri berharap dukungan penuh dari tokoh-tokoh masyarakat ini dengan apa yang telah disepakati dapat dipegang bersama-sama, untuk menjamin bahwa semua tahapan yang dilakukan KPU Jayawijaya tidak keluar dari ketentuan peraturan Perundang-undangan yang ada.
Kepada masyarakat juga dirinya berharap, apapun hasil dukungan partai politik terhadap masing-masing pasangan calon yang nanti akan diumumkan KPU Jayawijaya, untuk tidak mudah terprovokasi, tetapi dapat mengecek keakuratannya ke KPU.
“Buat pasangan calon yang nantinya tidak lolos, saya harap dengan jiwa besar mengikuti prosedur yang ada, kalau memang merasa dirugikan silahkan proses KPU Jayawijaya melalui jalur hukum karena ada ruang yang diberikan Undang-undang untuk pihak-pihak yang merasa dirugikan untuk menempuh jalur hukum,” tegas Mauri.
Sementara menurut Ketua Panwas Kabupaten Jayawijaya, Laorens Lagowan mengakui, hingga saat ini dari seluruh tahapan yang sudah dijalankan oleh KPU jayawijaya, belum ada laporan yang masuk untuk ditindak lanjuti.
Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Jayawijaya, Kayo Huby menyayangkan sikap KPU yang tidak memberitahukan tahapan Pemilukada yang sudah dilakukan, sehingga LMA bisa meneruskan kepada masyarakat.
“Saya cukup menyesal dengan keadaan sekarang, karena Otsus yang ada ternyata masyarakat masih teriak lapar dan merdeka. Amannnya Pilkada Jayawijaya ada ditangan KPU, karena KPU yang sekarang punya gigi,” tandas Kayo Huby. (JUBI/ISLAMI)




