Papua No. 1 News Portal | Jubi ,
Jayapura, Jubi – Frederika Korain, salah satu pengacara perempuan Papua mengingatkan agar pesepakbola Papua termasuk pemain Persipura harus memahami isi kontrak dengan klub, sebelum meneken atau menandatangani kontrak tersebut.
Hal ini penting agar mereka tidak kehilangan hak-haknya selama masih menjadi bagian dari klub professional.
“Saya kira saatnya kita harus memberikan masukan dan pemahaman agar pemain tidak kehilangan hak-hak mereka,”katanya saat menanggapi pertanyaan Jubi seputar kontrak atlit maupun pesepakbola Papua di Jayapura, Selasa (15/1/2019).
Ia menambahkan pengalaman Yanto Basna eks defender Persib Bandung, ketika hendak merumput di Thailand juga harus memahami isi kontrak yang tertulis dalam bahasa Inggris selama bermain di sana.
“Saya akui kalau soal kontrak pemain sepak bola atau atlet sesuatu yang baru di Papua, tetapi harus dipelajari dan dipahami secara baik,”katanya.
Hal senada juga dikatakan mantan Ketua Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Papua, Harry Maturbongs.
”Saya pernah memberikan masukan kepada para atlet PON agar mereka juga mengerti tentang isi kontrak karena ini menyangkut hak mereka selama menjadi atlet dalam training center selama PON. Berbeda kalau atlet luar yang dikontrak membela PON Papua,”katanya seraya menambahkan kalau pemain itu masih berusia 17 tahun ke bawah wajib didampingin orang tua untuk mengetahui dan mempelajari isi kontrak.
Aturan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) -2014, pasal 2 tentang status pemain amatir dan professional, dalam ayat 2 menyebutkan pemain professional adalah pemain yang memiliki kontrak tertulis dengan klub dan dibayar lebih banyak dibandingkan dengan pengeluarannya dalam kegiatan sepakbola. Setiap pemain yang tidak memenuhi criteria tersbeut dianggap sebagai pemain amatir.
Materi pemain Persipura untuk kompetisi LIga 1 musim 2019, menurut Ketua Umum Persipura Benhur Tommy Mano tidak akan banyak berubah.
"Pertemuan dengan manajemen Persipura segera dilakukan. Pastinya 80 persen pemain akan dipertahankan," kata BTM sebagaimana dilansir laman resmi liga-indonesia.id.
Manajemen Persipura telah melepaskan defender Persipura Andri Ibo dan Panggih Prio Sambodo pemain pinjaman dari Bhayangkara FC. Sebaliknya striker Persipura, Marinus Manewar yang berstatus pemain pinjaman di Bhayangkara FC juga dikembalikan ke Persipura.
Pemain muda Persipura Ricky Kayame, pernah dipinjamkan ke klub Persebaya karena selama bermain di Persipura jarang diturunkan sehingga ketika pindah ke klub Persebaya semasa masih di liga2 sering bermain dan membawa Persebaya ke liga1.
Musim 2019, Ricky Kayame bebas kontrak dan sedang mencari klub baru untuk bermain atau mungkin bisa kembali ke Persipura .
Dikutip dari tirto.id jika sebuah kesebelasan atau klub professional tak mampu membeli pemain secara permanen, maka opsi paling mudah untuk mendatangkan pemain baru adalah dengan meminjam (loan).
Ada beberapa jenis peminjaman seperti peminjaman pemain dengan membayar kepada kesebelasan pemilik, peminjaman gratis, dan peminjaman dengan opsi pembelian permanen.(*)





