Nelayan tenggelam di Tanjung Waroki, pencarian dihentikan

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Nabire, Jubi – Pencarian nelayan korban tenggelam di Tanjung Waroki oleh tim Search And Rescue (SAR) Pos Nabire bersama TNI AL dan Polres Nabire dihentikan. Keluargapun berharap, jika korban tidak bernyawa lagi setidaknya jenazahnya masih bisa ditemukan.

Sebelumnya, seorang nelayan, Mohammad Rais (27 tahun), bersama dua rekannya dikabarkan tenggelam dan hilang di perairan Tanjung Waroki Kabupaten Nabire, Rabu (9/1/2019) Subuh. 

Namun hingga pencarian hari ketujuh, belum ada tanda-tanda korban ditemukan.

Rustam, kakak korban, mengatakan telah mendapatkan kabar jika pencarian yang dilakukan tim gabungan telah dihentikan dan keluargapun mengaku akan pasrah.

“Ya, mananya juga mereka sudah berusaha selama tujuh hari, setidaknya kami mengerti dengan keadaan ini walau belum membuahkan hasil. Tapi saya juga masih berharap dari mereka, bagaimana caranya untuk pencarian ini diteruskan, tapi jika demikian prosedurnya, kami juga tidak bisa berbuat banyak,” ujarnya, saat ditemui Jubi, Selasa (15/1/2019).

Andaikan adiknya sudah tidak bernyawa lagi, lanjut Rustam, setidaknya keluarga berharap masih dapat ditemukan jasadnya.

Hingga saat ini pihaknya juga ikut mencari kemana-mana, bahkan sempat minta pertolongan dukun, namun kata dukun, korban masih di bawah laut akibatnya susah ditemukan.

“Firasat saya juga demikian, sebab kalau orang tenggelam lebih tiga empat hari pasti timbul, tapi ini sudah tujuh hari masih belum ada tanda-tanda,” katanya.

Menurut Rustam, keluarga besarnya hanya nelayan, ayah hingga dia dan saudaranaya. Namun belum ada kejadian seperti ini dan baru saat ini mengalami musibah di atas bagan.

“Dari bapak sampai kami semua nelayan. Bahkan sebelumnya tidak ada kejadian semacam ini. Kami selalu kumpul bersama. Sekarang adik saya tidak ada bersama kami,” ucapnya.

Rustam mengatakan saat ini keluarganya pun masih menunggu sambil melakukan pencarian adiknya.

“Sekali lagi saya masih harap bisa ketemu jenazah adik saya jika memang sudah tidak bernyawa lagi,” harapnya

Terpisah, Kepala Pos SAR Nabire, Recky Sambouw, mengatakan hingga hari ketujuh sesuai SOP pencarian, belum ada tanda-tanda ditemukannya korban.

“Belum ada tanda-tanda, sementara pencarian dihentikan sambil terus memantau jika ada kemungkinan-kemungkinan lain. Kami akan buka lagi pencarian,” ujarnya.

Meskipun sudah dihentikan untuk sementara, kata Sambouw, pihaknya bersama keluarga terus masih saling memantau dan berkoordinasi, jangan sampai ada kemungkinan terbaru.

“Kita masih saling koordinasi dengan keluarga dan saat ini kami sudah beralih ke kantor,” katanya. (*)

Related posts

Leave a Reply