
Papua No. 1 News Portal | Jubi
Manokwari, Jubi –Pegiat Hak azasi manusia di Manokwari, Yan Christian Warinussy, menyatakan turut belasungkawa dan sangat menyayangkan peristiwa penemuan sosok mayat perempuan yang terbujur kaku tak jauh dari rumah kediamannya pada Sabtu, (7/3/2020) siang kemarin. Peristiwa itu terjadi saat dunia sedang merayakan hari perempuan atau International Womens Day, tepatnya 8 Maret 2020.
“Peristiwa tersebut tak hanya menjadi hari perkabungan bagi keluarga dan kerabat korban, tapi juga menjadi hari perkabungan bagi perempuan di seluruh Dunia yang hari ini merayakan hari kemerdekaan mereka,” kata Warinussy, Minggu, (9/3/2020).
Baca juga : Hari Perempuan Internasional garis bawahi isu ketidaksetaraan ekonomi
Aktivis perempuan Papua: Miras Itu mesin pembunuh
Papuan Voices melatih perempuan GIDI membuat film dokumenter
Warinussy mendesak kepolisian setempat untuk segera melakukan segala daya yang dimiliki untuk mengungkap pelaku dan motif dibalik kematian perempuan tersebut.
“Saya ikut mendesak Kapolres Manokwari menggunakan segenap sumber daya yang dimiliki sesuai kewenangan hukum untuk mengungkap pelaku serta motif pembunuhan korban,” kata Warinussy, menambahkan.
Menurut Warinussy, peristiwa tersebut tak hanya menjadi hari perkabungan bagi keluarga dan kerabat korban, tapi juga menjadi hari perkabungan bagi perempuan di seluruh Dunia yang hari ini merayakan hari kemerdekaan mereka.
Tercatat Kepolisian Resort Manokwari sejak Sabtu malam kemarin, berhasil mengungkap identitas jasad perempuan yang ditemukan tak jauh dari rumah kediamannya di komplek Sowi Gunung, Manokwari Barat. Jasad wanita tersebut diketahui berinisial SS 33 tahun, berstatus ibu rumah tangga, bekerja sebagai tenaga honorer di salah satu Dinas di Pemerintah Provinsi Papua Barat.
“Identitas korban masih berkaitan dengan seorang perempuan yang dinyatakan hilang sejak tanggal 3 Maret 2020 oleh pihak keluarganya,” kata Kepala satuan reserse kriminal Polres Manokwari, Ajun Komisaris, Musa J.Permana.
Meski telah mengungkap identitas, namun Polisi belum bisa membeberkan kondisi fisik jasad korban. “Kalau tentang kondisi fisik korban, belum bisa kami sampaikan. Kami masih dalami,” kata Musa menambahkan.
Sebelumnya, berita tentang kepergian korban saat meninggalkan rumah pada tanggal 3 Maret 2020 sempat tersebar di media sosial yang disebar oleh pihak keluarga. (*).
Editor : Edi Faisol





