Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Seorang penumpang yang akan membeli tiket kapal laut, Aldi, mengatakan sudah antre dari pagi namun hingga siang belum juga mendapatkan tiket kapal PT Pelni yang diinginkannya karena banyaknya warga yang mengantre.
“Saya mau pulang kampung ke Makassar. Mau Lebaran Iduladha di kampung. Saya datang ke Jayapura untuk berlibur. Saya tinggal di rumah om saya di Hamadi, tapi karena pelabuhan ditutup sehingga saya tertahan di Jayapura,” ujar Aldi di kantor Pelni Jayapura-Papua, Senin (6/7/2020).
Aldi berharap bisa mendapatkan tiket agar bisa berkumpul dengan kedua orangtuanya. Namun semua protokol yang diterapkan oleh pihak pelni harus dilengkapinya seperti surat jalan yang sudah ditandatangi Sekretaris Daerah Provinsi Papua, melampirkan surat sudah melakukan rapid test dan hasilnya dinyatakan non-reaktif, dan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk.
“Saya memilih pulang kampung pakai kapal Pelni karena harga tiketnya murah, sekitar Rp700 ribu, bila dibandingkan dengan naik pesawat terbang yang harga tiketnya mahal Rp2 juta,” ujar Aldi.
Calon penumpang lainnya, Ahmad Akbar, mengaku dari pagi sudah mengantre tiket, namun belum juga didapatkannya.
“Semua persyaratan sudah saya lengkapi seperti surat hasil rapid test, surat keterangan jalan dari kelurahan, KTP, dan Surat Izin Keluar Masuk. Surat jalan dari Sekda Papua juga sudah saya dapat,” ujar Ahmad.
Ahmad mengaku membeli tiket tujuan Sorong dan akan kembali lagi ke Kota Jayapura setelah urusannya selesai.
“Saya punya KTP Kota Jayapura makanya saya urus Surat Izin Keluar Masuk. Semoga tidak ada halangan karena semua persyaratan sudah saya lengkapi,” ujar Ahmad.
Kepala PT Pelni Cabang Jayapura-Papua, Harianto Sembiring, mengatakan sejak 13 Juni 2020 sudah menjual tiket, dan antrean calon penumpang kapal PT Pelni sudah terjadi sejak saat itu juga karena telah dibukanya pelabuhan aktivitas keluar masuk penumpang untuk tujuan pelabuhan yang sudah dibuka pada masa pendemi virus korona.
Sembiring mengimbau para calon penumpang kapal PT Pelni untuk menyiapkan persyaratan sebelum naik kapal dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Selama pelayaran kapal hanya bisa membawa 50 persen dari kapasitas angkutan normal.
“Saya berharap warga, khususnya calon penumpang kapal Pelni, agar memaklumi sehingga selama berada di atas kapal dalam keadaan aman dan sehat sampai tujuan. Warga yang datang antre tiket di kantor Pelni harus tetap jaga jarak, dan memakai masker supaya terhindari dari Covid-19,” ujar Sembiring. (*)
Editor: Dewi Wulandari






