Pandemi Covid-19, pendampingan pelaku usaha budidaya perikanan tetap berjalan

papua-kadis-pertanian-kota-jayapura
Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura, Matheys Sibi - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah Kota Jayapura, Provinsi Papua melalui Dinas Perikanan memastikan pendampingan dan pembinaan kepada para pelaku usaha budidaya perikanan tetap berjalan meski  di tengah pendemi Covid-19 atau virus korona.

“Hingga saat ini kami masih bekerja sebagaimana mestinya meski sedang pandemi Covid-19,” ujar Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura, Matheys Sibi, kepada Jubi melalui telepon, Kamis (31/12/2020).

Read More

Menurut Sibi, pembinaan di bidang perikanan berdasarkan kebijakan yang ditetapkan Pemerintah Pusat agar kegiatan masyarakat yang bergelut dengan usaha pengembangbiakan ikan tetap berjalan dalam pemenuhan ekonomi.

Sebanyak 300 orang pelaku usaha budidaya perikanan di ibukota Provinsi Papua tersebut, yang bergerak di bidang keramba (ancap dan apung), petambak, dan budidaya air tawar (kolam tanah dan kolam bak terpal).

Agar kegiatan penyuluhan dan pendampingan berjalan dengan lancar, dikatakan Sibi, penyuluh perikanan dilibatkan untuk membantu pemberdayaan sehingga hasil panen ikan melimpah dan bernilai ekonomi.

“Pelaku usaha budidaya perikanan harus tetap bekerja dan menghasilkan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan kebutuhan lainnya. Target budidaya perikanan 2020 sebanyak 12,745 ton,” ujar Sibi.

Baca juga: Pemkot Jayapura diminta optimalkan Terminal Mesran

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, mengatakan pemerintah terus memberikan perhatian baik bantuan dan pendampingan supaya menjadi pengusaha sebagai upaya peningkatan ekonomi dalam keluarga.

“Hasilkan dengan kualitas baik sesuai kebutuhan pasar sehingga memiliki pelanggan tetap dan menerapkan manajemen pengelolaan uang yang baik. Saya berharap tetap mematuhi imbauan pemerintah di tengah pendemi Covid-19,” ujar Tomi Mano.

Tomi Mano berharap agar setiap Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura agar terus melakukan pendampingan secara terus-menerus sampai mandiri.

“Ibarat orang Papua itu rambutnya keriting, kalau ditarik setiap hari pasti lurus. Kalau dilepas maka kembali keriting lagi, maka perlu dilakukan pembinaan dan pendampingan supaya bantuan ada dampak, ada manfaatnya sehingga ekonomi warga bagus dan sejahtera,” ujar Tomi Mano. (*)

Editor: Kristianto Galuwo

Related posts

Leave a Reply