Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Provinsi Papua telah menyiapkan anggaran untuk pengadaan vaksin Covid-19 sesuai arahan Pemerintah Pusat.
“Kita ada anggaran sedikit disimpan untuk anggaran vaksin. Itu sebagai dana awal saja,” ujar Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, di Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (7/12/2020).
Dikatakan Rustan, vaksin sudah ada, hanya saja belum diberikan kepada masyarakat sebab masih dilakukan pengujian.
“Kalau cocok dengan tubuh masyarakat Indonesia, maka sangat baik untuk memutus penyebaran Covid-19. Penggunaan vaksin ada tingkatannya sesuai kondisi tubuh manusia agar tidak menimbulkan korban jiwa,” ujar Rustan.
Dikatakan Rustan, vaksin tersebut akan diberikan kepada warga di Kota Jayapura sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan teknis yang diterbutkan oleh Pemerintah Pusat.
“Intinya (pengadaan vaksin) dibiayai APBN, terutama yang sudah terdaftar di JKN dan BPJS Kesehatan,” ujar Rustan.
Rustan mengimbau warga di ibukota Provinsi Papua ini agar membentengi diri agar tidak tertular virus korona, yaitu menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.
“Cuma itu kuncinya agar kita semua selamat tidak terpapar Covid-19 ini. Kuatkan iman, jaga imun tubuh agar tidak drop karena imun lemah mudah terpapar Covid-19, makan makanan sehat, rajin olahraga,” ujar Rustan.
Baca juga: Pekan ke-49: Papua tembus 12.000 kasus
Terpisah, Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Frans Pekey, mengimbau warga supaya tetap waspada. Apalagi, vaksin pada 2021 awal masih proses penelitian atau belum final.
“Maka harus menunggu juga. Jangan sampai vaksin ada dan siap dipakai, sudah meninggal duluan,” ujar Pekey.
Menurut Pekey, bila sampai lengah dan tidak hati-hati, maka dikhawatirkan akan menimbulkan klaster baru yang lebih banyak karena tidak mematuhi aturan protokol kesehatan Covid-19.
“Memang harus support juga pemerintah daerah boleh menganggarkan di APBD, namun hanya sebagai dana cadangan bila dibutuhkan, dan bisa digunakan untuk membantu masyarakat yang belum terpapar maupun yang sudah terpapar Covid-19,” ujar Pekey. (*)
Editor: Dewi Wulandari






