Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Jalan raya di Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, yang rusak dan berlubang belum juga diperbaiki pemerintah secara tuntas. Sejumlah lubang jalan penghubung Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom itu pernah ditimbun dengan tanah galian. Akan tetapi, timbunan itu tidak bertahan lama, karena terkikis oleh air.
Alif, salah seorang warga yang ditemui saat mengendarai kendaraan roda dua di jalan itu pada Selasa (1/9/2020) mengatakan ia kerap berusaha menghindari lubang yang bertebaran di badan jalan itu. “Jalan rusak, berlubang kecil, sedang, dan besar, bahkan [ada badan] jalan [yang] patah. [Namun] tidak ada upaya dari pemerintah untuk membongkar jalan tersebut,” kata Alif.
Baca juga: Beberapa kali ganti bupati, jalan di Kampung Bring tetap rusak
Alif mengatakan jalan itu telah menjadi jalan utama yang digunakan para warga dari Kota Jayapura dan warga Kabupaten Keerom, Papua. Setiap pengendara dari Kota Jayapura yang akan bepergian ke Keerom melalui Jembatan Youtefa harus melanjutkan perjalanan dengan melintasi jalan itu.
“Jalan tersebut termasuk [jalan] penghubung antara Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom, jalan penghubung antar kota. [Seharusnya pemerintah berupaya untuk segera] memperbaiki jalan itu. Itu jalan penting,” katanya.
Warga Koya Tengah, Muara Tami, Dami Wenda mengatakan pihaknya harus berhati-hati jika melintasi jalan itu, karena banyak badan jalan yang berlubang. Wenda menyatakan pada saat hujan, lubang jalan itu sulit terlihat, sehingga akan sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Memang jalan berlubang, karena sering [dilintasi] kendaraan roda empat [yang] mengangkutan material yang begitu banyak. Namun [perbaikan jalan itu] belum juga terealisasi,” katanya.(*)
Editor: Aryo Wisanggeni G






