Pelabuhan laut Nabire diizinkan beroperasi, Otoritas Pelabuhan: Rencana dibuka awal April

Papua
Salah satu kapal penumpang milik PT Pelni berlabuh di pelabuhan Samabusa Nabire sebelum Pandemi covid-19 – Jubi/Titus Ruban.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Nabire, Papua, telah mengizinkan akses pelabuhan laut yang disinggahi kapal penumpang milik PT Pelni untuk kembali beroperasi.

Sebelumnya, pelabuhan laut yang terletak bagian timur Nabire, tepatnya di Distrik Teluk Kimi Kabupaten Nabire, Papua itu ditutup guna mencegah, mengendalikan, dan menanggulangi virus korona atau Covid-19.

Read More

Sebelumnya, penutupan itu atas kesepakatan Asosiasi Bupati wilayah Meepago (ABWM) yang meliputi Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, dan Mimika, bersepakat segera tutup semua akses di Kabupaten Nabire, sejak Kamis (26/3/2020) silam.

Kini, hampir setahun penuh, akhirnya melalui Plt Bupati Nabire, Daniel Maipon, mengizinkan setelah meninjau pelabuhan ini, pada Senin (15/3/2021) kemarin.

Selain itu juga, Maipon menerbitkan surat izin bernomor 552/520/SET dengan perihal pembukaan akses pelabuhan laut Nabire. Isinya antara lain; pertama, Pemerintah Kabupaten Nabire telah melakukan pembukaan transportasi laut di pelabuhan laut Nabire dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) covid-19, namun masih terbatas pada pelayaran intraPapua.

Kedua, memperhatikan situasi dan kondisi di pelabuhan laut Nabire dan besarnya kebutuhan masyarakat akan transportasi laut, serta letak dari Kabupaten Nabire sebagai pintu masuk atau ke luar wilayah adat Meepago, maka Pemkab Nabire berencana untuk membuka akses transportasi laut di pelabuhan laut Nabire secara menyeluruh dengan tetap menerapkan Prokes covid-19.

“Benar, memang kemarin Plt Bupati Nabire dan instansi terkait sudah lihat langsung kondisi pelabuhan dan kesiapannya,” ujar Kepala Pelabuhan Laut Nabire, Jemmy Samori ketika dihubungi Jubi via selulernya pada Selasa (16/3/2021).

Samori menuturkan, selain penutupan untuk mempersempit mata rantai penyebaran covid-19, ada juga pekerjaan yang sebelumnya sedang dikerjakan yakni penambahan atau pengembangan areal pelabuhan dan fasillitas di terminal penumpang.

Dan setelah selesai pekerjaan, serta operasi telah diizinkan Pemkab Nabire, maka pihak pelabuhan siap untuk melaksanakan perintah tersebut.

Akan tetapi menurut Samori, kapan pengoperasian pelabuhan untuk Kapal milik PT Pelni butuh koordinasi PT Pelni Cabang Nabire dan Pelni pusat, untuk menyiapkan jadwal singgah kapal penumpang. Sebab semenjak ditutup sementara, jadwal singgah di Pelabuhan Nabire berubah, akibat diarahkan ke daerah lain, dengan trayek yang berbeda.

“Pelabuhan siap dibuka. Tetapi perlu koordinasi dengan Pelni untuk jadwal ulang. Sebab bulan ini jadwal sudah dan sedang dilaksanakan. Maka kemungkinan besar awal bulan dengan barulah beroperasi,” ungkap Samori.

Rencana pembukaan akses pelabuhan laut Nabire disambut baik oleh PT Pelni Cabang Nabire. Kepala Cabang PT Pelni Nabire, Suyatno mengakui belum menerima informasi resmi dari pihak Pemkab Nabire.

“Kami belum dapat onformasi dengan Pemkab,” ujat Suyatno melalui selulernya kepada Jubi.

Akan tetapi, Suyatno mengatakan, pihaknya telah diundang pelabuhan dan telah melakukan rapat koordinasi dalam membahas dibukanya akses pelabuhan laut untuk kapal penumpang milik PT Pelni.

Sehingga, berdasarkan surat tersebut, pihaknya akan melanjutkan kepada direksi PT Pelni Pusat untuk dijadwalkan persinggahannya di Nabire.

“Tapi intinya, kami hanya menunggu surat resmi. Emtah dari Pemkab Nabire atau pihal pelabuhan. Lalu kami lanjutkan ke pimpinan di pusat,” ujarnya.

Ia mengatakan, pengoperasian kembali pelabuhan laut untuk kapal penumpang PT Pelni belum bisa dilakukan pada bulan Maret. Mengingat, jadwal pelayaran sedang berjalan. Sehingga, perlu penjadwalan ulang untuk bulan april nanti.

“Kemungkinan besar awal April. Bulan ini belum bisa,” kata dia.

Lanjut Suyatno, Pelni Nabire juga akan memperketat pengawasan, terhadap arus penumpang yang pulang pergi menggunakan Kapal penumpang jika pelabuhan laut di Nabire setelah dibuka kembali.

Pelni juga akan menerima dan mempertimbangkan kapasitas tempat tidur di kapal agar penumpang tidak menumpuk. Ia juga berharap, seluruh pemangku kepentingan untuk terus berkoordinasi terutama dalam menerapkan prokes demi mengurangi risiko penularan covid-19.

“Yang jelas kalau sudah buka lagi, kami tentunya akan perketat pengawasan. Mulai dari pembelian tiket hingga saat berada di dalam kapal agar selalu menggunakan masker dan menjaga jarak,” lanjutnya.

Untuk itu, Ia mengharapkan kesabaran dari masyarakat Nabire yang hendak menggunakan jasa kapal pelni.

”Kami harap kepada masyarakat agar menunggu. Intinya awal bulan depan kita upayakan sudah bisa dilayani,” harap Suyatno.***

 

Editor: Edho Sinaga

Related posts

Leave a Reply