Disnaker Kota Jayaputa target keluarkan 5.000 kartu kuning

Papua-Kadisnaker Kota Jayapura
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Jayapura, Djoni Naa - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Jayapura, Provinsi Papua, Djoni Naa, mengatakan pada 2021 pihaknya menargetkan 5 ribu warga yang mengurus kartu kuning atau AK-1 (kartu pencari kerja).

“Tahun 2019 mencapai 7 ribu orang yang mengurus. Tahun 2020 menurun karena pandemi Covid-19,” ujar Naa di Kantor Wali Kota Jayapura, Rabu (17/3/2021).

Read More

Dikatakan Naa, hingga pertengahan Maret 2021, sudah 312 orang yang datang melakukan pengurus kartu kuning di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Jayapura.

“Satu hari yang datang urus bisa 10-20 orang. Sebenarnya target kami sebenarnya dibawah 5 ribu orang. Ini menandakan kalau angka pengangguran semakin berkurang. Namun antusiasme warga yang mengurus kartu kuning tahun lalu sangat tinggi sehingga kami menargetkan 5 ribu,” ujar Naa.

Dikatakan Naa, pencari kerja di Kota Jayapura terbagi dia bagian, yaitu pencari kerja murni (belum pernah bekerja) dan non murni (sudah bekerja namun diwajibkan mengurus kartu kuning dan wajib lapor).

“Angka pengangguran tahun 2020 ada 12.500 setelah dilakukan evaluasi pada 2021 terjadi penurunan menjadi 10.500,” ujar Naa.

Naa menambahkan kondisi angkatan kerja di ibukota Provinsi Papua ini menjadi tantangan, yaitu terus meningkatkan kemampuan sehingga pencari kerja bisa berkompetisi sesuai dengan keterampilan.

“Harapan kami, para pekerja ini bukan hanya menjadi pekerja tapi juga bisa menciptakan lapangan sehingga mengurangi angka pengangguran,” ujar Naa.

Baca juga: 12.500 pengangguran di Kota Jayapura pada 2020

Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Frans Pekei, mengharapkan agar warga tidak hanya berpatokan pada dunia kerja yang ada tapi juga berinovasi dengan menghadirkan lapanagan kerja baru.

“Saya berharap, angkatan kerja di Kota Jayapura siap pakai sekaligus dapat menciptakan lapangan kerja baru yang produktif dan profesional agar mengurangi pengangguran sehingga meningkatkan pendapatan dan ekonomi warga,” ujar Pekei. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Related posts

Leave a Reply