Usai digunakan APD sekali pakai langsung dibakar

papua-sampah-medis-apd
Petugas Puskesmas Hamadi saat merapikan tumpukan plastik berisikan limbah Alat Pelindung Diri - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Guna mencegah penularan virus korona, tim medis di Puskesmas Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura-Papua selalu menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dalan menangani setiap pasien.

Alat Pelindung Diri (APD) adalah seperangkat perlengkapan yang berfungsi untuk melindungi penggunanya dari bahaya atau gangguan kesehatan yang masuknya ke dalam tubuh melalui mulut, hidung, mata, dan kulit seperti virus dan bakteri.

Read More

“Sampah APD sekali pakai kami simpan dalam plastik khusus dan langsung dimusnahkan dengan cara dibakar. Kami tidak satukan dengan sampah yang lainnya,” jelas Kepala Puskesmas Hamadi, Apolonis Yantewo, saat ditemui Jubi di Puskesmas Hamadi, Kota Jayapura-Papua, Senin (6/7/2020).

Dikatakan Yantewo, tim medis di Puskesmas Hamadi merupakan garda terdepan dalam menangani pasien virus korona sehingga penggunaan Alat Pelindung Diri harus sesuai prosedur.

“Alat Pelindung Diri seperti masker, gaun medis atau hazmat sekali pakai, sarung tangan medis, penutup kepala, dan sepatu pelindung, langsung kami buang. Hanya kacamata dan sepatu boot kami bersihkan dengan cara direndam dengan disinfektan,” ujar Yantewo.

Yantewo mengaku selama pandemi Covid-19, Puskesmas Hamadi tidak kekurangan Alat Pelindung Diri. Apabila kurang sangat membahayakan para perawat bahkan rentan tertular virus korona.

“Kami berharap dukungan dari masyarakat untuk sama-sama melawan virus korona, dan mendukung petugas kesehatan dengan cara menjaga kesehatan sehingga tidak tertular virus korona,” ujar Yantewo.

Petugas Kesehatan Lingkungan Puskesmas Hamadi, Ruth, mengatakan tidak meletakkan Alat Pelindung Diri bekas pakai secara sembarangan, dan dijauhkan dari jangkauan setiap pasien yang datang berobat.

“APD bekas kami simpan dalam plastik khusus, dan tidak dibongkar kembal telah dikemas karena dapat menganggu kesehatan warga. Setelah menggunakan APD, kami langsung bersihkan diri atau mandi. APD bekas langsung kami musnahkan dengan cara dibakar,” ujar Ruth. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Related posts

Leave a Reply