
Papua No.1 News Portal | Jubi
Sentani, Jubi – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayapura memantaua dan mengawasi kondisi keseimbangan ekosistem di kawasan Pegunungan Siklop serta Danau Sentani. Pemantauan dan pengawasan tersebut meliputi rehabilitasi maupun mitigasi bencana alam.
“Kami melakukan pemulihan terhadap muara Sungai Jaifuri yang menjadi (jalur) keluar-masuk air ke Danau Sentani. Kami juga memantau sejumlah lokasi rawan longsor di Kawasan Cagar Alam Siklop,” kata Kepala Bidang Pengawasan Pemantauan Pemulihan Analisa dan Peran Serta Masyarakat DLH Kabupaten Jayapura Rudi Julius Sokoy, Selasa (19/11/2019).
Pemulihan muara Sungai Jaifuri dilakukan secara partisipatif. Masyarakat turut serta membersihkan kawasan perairan tersebut dari tumpukan sampah. Adapun pengawasan di Siklop juga untuk menjaga kawasan hutan dari aktivitas perambahan dan pembukaan lahan. Selain itu, memantau kondisi areal reboisasi.
DLH Kabupaten Jayapura juga berencana meluncurkan sebuah aksi kepedulian bersama terhadap pelestarian lingkungan dengan melibat masyarakat dan para pemangku kepentingan. Aksi itu mereka namai Gerakan Aksi untuk Lingkungan (GAUL).
“Dari Sungai Jaifuri di timur Danau Sentani, kami akan bergerak ke tengah (danau). Kemudian, kearah barat hingga ke kawasan pesisir pantai (untuk membersihkan Danau Sentani),” kata Sokoy yang ditemui Jubi di bantaran Sungai Jaifuri di Kampung Yokiwa, Distrik Sentani Timur.
Kepala Kampung Yokiwa Barnabas Awoitauw mengapresiasi upaya pemantauan dan pengawasan partisipatif yang dilakukan DLH Kabupaten Jayapura. Mereka bersama Satuan Tugas Kawasan Cagar Alam Siklop dan masyarakat setempat turut membersihkan lingkungan Kampung Yokiwa.
“Kebersihan lingkungan sangat penting, terutama pada pintu keluar (muara) danau. Kalau tidak rutin dijaga, tentu berdampak negatif bagi ekosistem maupun masyarakat di sekitarnya,” kata Awoitauw (*)
Editor: Aries Munandar






