Papua No. 1 News Portal | Jubi
Timika, Jubi – Peristiwa penembakan kembali terjadi lagi di Kabupaten Intan Jaya, Papua. Kali ini, seorang mama menjadi korban penembakan di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Intan Jaya, pada Selasa, (10/11/2021). Mamba merupakan daerah perkantoran pemerintahan yang dialihfungsikan menjadi tempat pos aparat keamanan di Sugapa.
Mama bernama Agustina Hondau (24) adalah warga sipil dari Kampung Dibuga. Ia berada bepergian ke Yokatapa untuk belanja bahan makanan bersama sejumlah mama lainnya. Ia tertembak di Kampung Mamba saat dalam perjalanan pulang ke Dibuga.
Seorang warga Intan Jaya yang enggan disebutkan namanya mengatakan Agustina Hondau mengalami luka tembakan serius di bagian kanan perut, persis di bawah tulang rusuknya.
“Mama ini namanya Agustina Hondau dari Kampung Dibuga. Kejadian [penembakan itu] kira-kira jam 10.00 pagi, di Mamba,” kata warga tersebut kepada Jubi.
Baca juga: Pdt Benny Giay kunjungi Yoakim Majau, anak yang tertembak di Sugapa
Menurut dia, Mama Agustina Hondau kini sedang dirawat di Puskesmas Yokatapa. “Tadi sebenarnya [korban] mau diamankan di Pastoran Bilogai, karena [warga] trauma atas kejadian sebelumnya, [saat] dua pemuda yang menunggui saudaranya di Puskesmas malah tewas. Tapi karena [Mama Agustina mengalami] banyak pendarahan, sehingga dibawa ke Puskesmas. Keluarganya jaga mama itu di Puskesmas Yokatapa,” ungkapnya.
Karena keterbatasan alat kesehatan Puskesmas Yokatapa dan kondisi psikologis tim medis di sana, keluarga dan tim kemanusiaan akan merujuk Mama Agustina Hondau ke rumah sakit di Timika, ibu kota Kabupaten Mimika. “Atas keputusan keluarga dan besok akan diterbangkan ke Timika untuk pengobatan lebih lanjut di sana,” kata narasumber Jubi itu.
Pihak keluarga yang menjaga Mama Agustina Hondau juga telah diberitahu untuk selalu berkomunikasi, terutama bisa aparat keamanan tiba-tiba mendatangi Puskesmas Yokatapa. “Supaya tidak terjadi seperti pemuda yang mati sebelumnya, dan tidak berdampak kepada tim medis di Puskesmas itu,” ujarnya.
Baca juga: Balita meninggal dunia di Intan Jaya setelah jadi korban kontak tembak TNI dan TPNPB
Sejumlah warga menduga bahwa Mama Agustina Hondau terkena tembakan aparat keamanan di Mamba, namun Jubi belum menerima informasi pembanding atas keterangan itu. “Katanya ditembak aparat keamanan saat mama itu bersama beberapa mama lainnya selesai belanja dan hendak balik ke kampung mereka,” ujar narasumber Jubi.
Jubi telah berupaya mendapatkan konfirmasi dan informasi pembanding dari Kapolres Intan Jaya, Ajun Komisaris Besar Sandi Sultan dan Dandim Persiapan Intan Jaya, Letkol Inf A Pardosi melalui telepon pada Selasa malam, namun tidak bisa terhubung. Jubi juga telah mengirimkan layanan pesan singkat SMS maupun Whatsapp kepada Kapolres Intan Jaya, namun hingga berita ini diturunkan Jubi belum menerima jawaban.
Anggota Komisi I DPR Papua, Laurenzus Kadepa mengutuk siapapun pelaku penembakan Mama Agustina Hondau. Ia mempertanyakan penanganan konflik di Intan Jaya yang terus menimbulkan korban dari pihak warga sipil.
Baca juga: Intan Jaya kembali bergejolak, Pemprov Papua harus segera bersikap
“Dengan kebijakan [pendekatan keamanan oleh] militer, korban dari semua kelompok sudah banyak. Kenapa pemerintah pusat tidak mau evaluasi kebijakan [pendekatan keamanan oleh] militer di daerah konflik? Ada apa dengan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB yang memilih lokasi perkampungan warga menjadi tempat operasi?,” kata Kadepa, Selasa.
Demi rasa kemanusiaan, Kadepa meminta pemerintah pusat untuk segera menarik personil militer dari Intan Jaya maupun kabupaten lain yang menjadi daerah konflik bersenjata. Kadepa juga meminta TPNPB segera menghindar dari lokasi perkampungan masyarakat.
Kadepa menyebut eskalasi konflik bersenjata di Intan Jaya naik sejak pemerintah mengumumkan rencana penambangan emas di Blok Wabu, Intan Jaya. “Pemerintah pusat dan daerah [harus] segera mencabut izin usaha tambang Blok Wabu di Intan Jaya Papua,” ujarnya. (*)
Ralat: Pemberitaan ini mengalami perbaikan pada Kamis (11/11/2021) pukul 00.30 WP. Dalam pemberitaan awal, nama korban ditulis Agustina Undou. Informasi itu diperbaiki dengan penulisan nama korban yang benar, yaitu Agustina Hondau. Kami memohon maaf atas kesalahan tersebut.
Editor: Aryo Wisanggeni G





