Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Layanan internet dan telepon semua operator di Kota Jayapura, Papua, mengalami gangguan sejak Jumat (30/4/2021) malam sekitar pukul 21.30 WP. Gangguan itu disebabkan putusnya link kabel serat optik bawah laut PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
Vice President Corporate Communication PT Telkom, Pujo Pramono mengatakan gangguan layanan internet dan telepon di Jayapura merupakan dampak dari putusnya infrastruktur kabel laut Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) ruas Biak – Sarmi. Pujo menyatakan layanan telepon dan pesan telah dipulihkan pada Sabtu (1/5/2021) pukul 00.45 WP.
Akan tetapi, layanan data internet, baik fixed maupun mobile broadband, masih dalam proses pemulihan. Pemulihan kualitas layanan secara bertahap, dengan mengoptimalkan kapasitas satelit, sistem komunikasi radio IP terrestrial, dan dukungan dari infrastruktur lainnya termasuk pemanfaatan jaringan Palapa Ring Timur.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan dan masyarakat di wilayah Jayapura dan sekitarnya yang terdampak. Kami akan mengupayakan percepatan agar kualitas layanan bisa segera kembali normal,” ungkap Pujo.
General Manager PT Telkom Wilayah Telekomunikasi Papua, Sugeng Widodo saat dihubungi pada Sabtu (1/5/2021) mengatakan lokasi titik kabel yang putus itu terletak 360 kilometer dari Kota Jayapura. Sugeng mengatakan putusnya kabel bawah laut itu berdampak terhadap layanan internet dan telepon di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Sarmi.
Ia menyatakan pihaknya belum mengetahui penyebab putusnya kabel serat optik itu. Pasalnya, kabel yang terputus itu terletak di kedalaman 2.700 meter di bawah permukaan laut.
Baca juga: Ulah hewan ini membuat layanan internet di Kanada mati
“Saat ini yang Telkom sudah lakukan adalah melakukan [rencana darurat] C. Karena kami sendiri mengalami blackout, maka dilakukan rerouting menggunakan radio PRT dari Jayapura mebuju Merauke, [dengan kapasitas] sebesar 300 Mbps. Selain itu, layanan internet dan telepon juga menggunakan satelit, sebesar 90 Mbps. Makanya, saat ini yang hanya bisa digunakan hanya layanan voice dan sms,” kata Sugeng.
Ia memperkirakan perbaikan kabel yang putus itu membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Waktu itu dibutuhkan untuk menyiapkan kapal, dan izin loading material, dan persiapan lainnya. “Mudah-mudahan, sebelum waktu itu kami bisa segera selesaikan. Semoga semua dilancarkan. Untuk itu, kami minta masyarakat bersabar,” kata Sugeng.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pemerintah Provinsi Papua, Jery A Yudianto menyatakan pihaknya akan terus berkomunikasi dengan PT Telkom untuk membantu pemulihan layanan internet dan telepon di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Sarmi. Jery meminta masyarakat bersabar menunggu perbaikan itu.
Ia menegaskan gangguan layanan internet dan telepon itu bukan disebabkan pemblokiran akses internet atau terkait masalah politik. Jery menyatakan gangguan layanan disebabkan persoalan teknis dan merupakan peristiwa yang tidak terduga.
“Itu murni kejadian yang tak terduga, tidak ada hubungannya dengan politik ataupun hal-hal lainnya. Kami hanya meminta masyarakat bersabar,” kata Jery. (*)
Keterangan: Berita ini mengalami penambahan informasi pada Sabtu (1/5/2021) pukul 16.24 WP. Informasi yang ditambahkan: Vice President Corporate Communication PT Telkom, Pujo Pramono mengatakan gangguan layanan internet dan telepon di Jayapura merupakan dampak dari putusnya infrastruktur kabel laut Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) ruas Biak – Sarmi. Pujo menyatakan layanan telepon dan pesan telah dipulihkan pada Sabtu (1/5/2021) pukul 00.45 WP.
Akan tetapi, layanan data internet, baik fixed maupun mobile broadband, masih dalam proses pemulihan. Pemulihan kualitas layanan secara bertahap, dengan mengoptimalkan kapasitas satelit, sistem komunikasi radio IP terrestrial, dan dukungan dari infrastruktur lainnya termasuk pemanfaatan jaringan Palapa Ring Timur.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan dan masyarakat di wilayah Jayapura dan sekitarnya yang terdampak. Kami akan mengupayakan percepatan agar kualitas layanan bisa segera kembali normal,” ungkap Pujo.
Editor: Aryo Wisanggeni G






