Komplek pesantren tertimpa longsor, 5 santri meninggal

Papua
Ilustrasi, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Pamekasan, Jubi – Longsor menimbun komplek Pondok Pesantren (Ponpes) Annidhomiyah, di Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menyebabkan  Lima seorang santri putri meninggal dan satu lainnya cidera.  Longsor pada Rabu (24/2/2021) pukul 00.30 WIB dini hari itu  menimpa bagian bangunan yang dihuni sedikitnya 47 orang santri putri.

Read More

“Kami langsung melakukan evakuasi didampingi sejumlah tenaga medis, dan masyarakat untuk menolong korban,” kata Kepala Polsek Pasean Iptu Togiman, Rabu (24/2/2021).

Baca juga : Warga di Waena Seberang Kali khawatir longsor terulang

Pengungsi dan relawan longsor Kabupaten Nganjuk diduga keracunan

Banjir dan longsor di daerah ini, 23 orang dilaporkan hilang

Kelima santri tersebut antara lain Robiatul Natwiyah 14 tahun, warga Sampang; Santi 14 tahun, warga Jember; Nabila 13 tahun warga Sumenep; Nor Aziziah 13 tahun, warga Jember dan  Sitti Qomariah 17 tahun, warga Jember. Sedangkan  satu santri lainnya, Nurul Qomariah 15 tahun mengalami patah tulang.

Togiman mengatakan kelima santri meninggal akibat tertimpa bagian bangunan yang dihuni sedikitnya 47 orang santri putri. Posisi bangunan itu berada di sekitar tebing dengan tinggi kurang lebih 30 meter.

Pasca-peristiwa itu jenazah lima santri dipulangkan ke rumahnya masing-masing.

Amin 53 tahun, tokoh masyarakat setempat mengatakan ada kesulitan evakuasi terhadap tiga dari lima korban itu. “Pemicunya, selain padam lampu, adalah curah hujan yang tinggi,” kata Amin.

Selain itu sebagian puing bangunan gedung yang masih berdiri sempat roboh dan mengancam tim SAR.

“Tiga korban ini ditimbun tanah. Jadi kami dengan masyarakat sekitar dan para santri langsung bergegas ke lokasi untuk menyelamatkan santri lain,” kata Amin menambahkan. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Related posts

Leave a Reply