Komnas HAM dan Pansus Kemanusiaan DPR Papua diskusikan hasil investigasi Intan Jaya

Papua
Suasana pertemuan Pansus Kemanusiaan DPR Papua dengan Komnas HAM RI, Jumat (16/10/2020) - Jubi/Arjuna 

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia atau Komnas HAM RI bertemu Panitia Khusus (Pansus) Kemanusiaan DPR Papua, Jumat sore (16/10/2020).

Dalam pertemuan di kantor DPR Papua itu, kedua pihak mendiskusikan hasil investigasi mereka masing-masing. Investigasi itu terkait kasus penembakan yang menewaskan Pendeta (Pdt) Yeremias Zanambani, di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua pada 19 September 2020 silam.

Read More

Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM RI Choirul Anam mengatakan, pihaknya ingin mendengar hasil investigasi Pansus Kemanusiaan DPR Papua, karena akan dijadikan sebagai catatan dalam rekomendasi.

“Kurang lebih apa yang kami dapat di lapangan sama [dengan Pansus Kemanusiaan DPR Papua]. Kalau soal siapa [terduga] pelakunya sudah jelas di depan mata [diduga oknum TNI],” kata Choirul Anam saat diskusi.

Menurutnya, yang mesti dirumuskan Komnas HAM adalah tipologi kekerasan itu terjadi. Dari situ akan dijadikan dasar pihaknya mengeluarkan rekomendasi.

“Komnas HAM tidak hanya melihat peristiwa itu, tapi kenapa itu terjadi. Bagaimana rentetannya. Kami melihat dalam potret lebih luas,” ucapnya.

Komnas HAM RI akan berupaya menyamakan laporannya dengan Pansus Kemanusiaan DPR Papua. Setidaknya, laporan itu akan menjadi jejak tertulis secara formal. Diharapkan, itu dapat menghadirkan kedamaian secara substansial di Papua, untuk semua pihak bukan hanya kedamaian satu pihak.

Ketua Pansus Kemanusiaan DPR Papua, Feryana Wakerka mengatakan pihaknya juga mendapat berbagai informasi, data dan keterangan dari para pihak ketika melakukan investigasi ke Intan Jaya.

“Kami harap Komnas HAM membantu kami mengungkap kejadian ini. Kami sudah kantongi nama oknum [TNI yang diduga]α pelaku. [Ini] sesuai keterangan istri almarhum dan beberapa saksi,” kata Feryana Wakerkwa.

Ia berjanji akan menyerahkan hasil investigasi Pansus Kemanusiaan DPR Papua kepada Komnas HAM RI.

Akan tetapi, harus dibicarakan pihaknya secara internal lebih dulu, dan laporan itu dibahas dalam rapat Badan Musyawarah atau Banmus DPR Papua.

“Rencananya pekan depan, laporan hasil investigasi kami akan dibahas dalam Banmus. Setelah itu kami akan sampaikan ke Komnas HAM,” ucapnya.

Diskusi ini dihadiri Tim Komnas HAM RI dan Komnas HAM perwakilan Papua, yang dipimpin Choirul Anam.

Sementara itu, perwakilan Pansus Kemanusiaan DPR Papua yang hadir selain Ketua Pansus, Feryana Wakerkwa yakni Wakil Ketua Pansus, Namantus Gwijangge, anggota Pansus Deky Nawipa juga Ferdinando Bokowi, dan anggota Komisi I DPR Papua, Laurenzus Kadepa. (*)

Editor: Edho Sinaga

Related posts

Leave a Reply