Koalisi organisasi perempuan Sulsel menekan perkawinan anak

Pelecahan seksual, Papua
Ilustrasi pelecehan seksual, pixabay.com
Ilustrasi pixabay.com

Sulsel yang merupakan tertinggi kelima pernikahan dini secara nasional.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Read More

Makassar, Jubi – Koalisi organisasi  perempuan Sulawesi Selatan menggear festival kepemimpinan merangkum organisasi massa bersama-sama menekan perkawinan anak di daerah setempat. Langkah itu dilakukan mengacu daerah itu yang merupakan tertinggi kelima secara nasional.

“Festival dalam rangka memperingati International Woman Day 2020, Koalisi Stop Perkawinan Anak Sulsel dengan sejumlah lembaga nonpemerintan ini menggelar sejumlah kegiatan,” kata pegiat perempuan Sulsel, Lusi Palulungan, Sabtu, (15/3/2020).

Baca juga : Pokja Perempuan MRP minta PB PON sosialisasikan PON kepada masyarakat adat Port Numbay

Pokja Perempuan MRP desak Pemkot Jayapura tegas tutup tempat penjualan Minol

Pegiat HAM desak polisi ungkap kematian perempuan asal Sowi Gunung

Sejumlah kegiatan  memperingati Hari Perempuan Internasional bersama AIPJ2, IOM, FPPM, MAMPU Cowater, DPPPA Sulsel, PWKI Sulsel, OASE Intim dan BaKTI, dimulai dengan senam bersama, kuliner makanan migrant (gratis), bazaar produk pemberdayaan perempuan, talk show perempuan inspiratif dan Penganugerahan Penghargaan Pria Inspiratif 2020.

“Selain itu juga sosialisasi Perbup Kabupaten Maros tentang Pencegahan Perkawinan Usia Anak, presentasi analisis anggaran dan peragaan busana migrant,” kata Lusi menambahkan.

Menurut Lusi, acara itu juga menampilkan talkshow para perempuan inspiratif yang merupakan dampingan IOM, YKPM dan Aisyiyah Sulsel yang menceritakan pengalamannya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan.

“Khususnya kemandiriannya dalam situasi migrasi, advokasi kekerasan terhadap perempuan dan pencegahan perkawinan anak,” kata Lusi menjelaskan. (*)

Editor : Edi Faisol

Related posts

Leave a Reply