Papua No. 1 News Portal | Jubi ,
Jayapura, Jubi – Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XVII Papua, Oesman Marbun, memimpin perjalanan lintas Trans Papua poros Jayapura-Wamena sepanjang 575 km dengan waktu tempuh sekitar 24 jam.
Perjalanan yang menggunakan 16 kendaraan roda empat gardan ganda itu dilaksanakan Jumat (7/9/2018) sekitar pukul 11.00 WIT, dimulai dari kantor BBPJN Papua di Tanah Hitam, Kota Jayapura, menyusuri jalan trans Papua melintasi lima kabupaten dan kota yakni wilayah Kota Jayapura-Kabupaten Keerom-Kabupaten Jayapura-Kabupaten Yalimo-Kabupaten Jayawijaya.
Rombongan para pejabat di lingkungan BBPJN Papua dan kontraktor yang mengerjakan ruas jalan yang dilintasi itu menginap di camp milik salah satu perusahaan yang mengerjakan ruas jalan Jayapura-Elelim dan Elelim-Wamena.
Perjalanan yang sempat diwarnai dengan mobil mogok akibat kubangan lumpur itu tiba di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (8/9/2018) malam sekitar pukul 23.00 WIT.
Di sepanjang jalan tampak peralatan berat sedang dioperasikan untuk melandaikan tanjakan supaya memudahkan kendaraan yang membawa beban berat seperti bahan makanan dan bahan bangunan.
Kepala BBPJN XVII Papua, Oesman Marbun, mengatakan ruas jalan Jayapura-Elelim atau sebaliknya hingga kini belum layak untuk dilewati karena masih dikerjakan baik penurunan ketinggian maupun pengerjaan di sepanjang ruas jalan.
Masih banyak ruas jalan yang cukup sulit untuk dilewati khususnya arah Benawa-Elelim yang baru dibuka sehingga kondisinya banyak terdapat bongkahan material hingga tidak layak digunakan.
Namun, sejak Juli lalu masyarakat berbondong-bondong menggunakan jalan tersebut untuk mengangkut berbagai keperluannya sehingga menyebabkan para pekerja tidak bisa konsen mengerjakan pekerjaannya karena terpaksa harus membantu saat kendaraannya mengalami gangguan.
Pemda Yalimo juga sudah menggeluarkan surat agar masyarakat tidak menggunakan jalan tersebut, kata Marbun, seraya menambahkan, imbauan itu tidak diindahkan karena dengan menggunakan jalan darat masyarakat bisa membawa barang sebanyak yang mereka mampu membawanya.
"Resiko melintasi jalan trans Papua poros Jayapura-Elelim cukup besar karena bisa saja tiba-tiba terjadi longsor hingga terpaksa harus membantu warga yang mengalami gangguan dalam perjalanannya," kata Marbun.
Sekelompok masyarakat berjaga-jaga di jembatan Wara dan melarang para pengemudi melintasi jembatan menuju Elelim dan selanjunya ke Wamena.
"Kami sudah tertahan sekitar lima jam dan dilarang melintas oleh masyarakat," kata Amir, seorang sopir tujuan Wamena. (*)





