Keluhan dari Dermaga Yahim; rupa-rupa sampah hingga kehilangan motor

papua
Kondisi dermaga yahim yang dipenuhi dengan sampah. Jubi / Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Sampah perkotaan berupa plastik, botol-botol air mineral, botol oli, dan potongan batang kayu bahkan bangkai pohon terbawa arus sungai akhirnya bermuara di Danau Sentani.

Rupa-rupa sampah itu mengapung begitu saja  di areal dermaga Yahim. Dermaga yang jadi terminal bagi masyarakat di pesisir danau itu kotor dan menghalangi jalur keluar masuknya perahu  cepat/speedboat.

Read More

Selain itu, terminal penumpang juga dijadikan garasi bagi pemilik kendaraan roda dua yang di parkir oleh pemiliknya yang tinggal di Kampung atau Pulau di pesisir Danau Sentani. Kendaraan yang diparkir ini seringkali dirusak, bahkan hilang tanpa jejak.

Salah satu motoris asal Kampung Baborongko, Ricky Melansena mengatakan, kondisi dermaga dan jalur keluar masuk di dermaga yang kotor dan penuh dengan sampah ini terjadi sejak awal Januari.

Saat kondisi cuaca buruk atau hujan dan angin, sebagian besar sampah dari beberapa muara sungai yang dekat dengan dermaga turut membawa sampahnya mengapung di perairan dermaga.

” Biasanya, motoris yang sedang menunggu penumpang, bersihkan sebagian areal dermaga sambil menunggu penumpang yang datang, ” ujar Ricky yang Baru saja tiba mengantar penumpang dari Kampungnya ke Dermaga Yahim. Sabtu (29/1/2022).

Hal senada juga dikatakan oleh Irvin Sokoy, motoris dari Kampung Putali. Menurutnya keberadaan fasilitas transportasi danau, terminal dan dermaga sangat minim perhatian dari Pemerintah Daerah, dalam hal ini Dinas yang memiliki tugas dan fungsi mengatur jalur transportasi di Danau Sentani.

Menurut Sokoy, peran masyarakat Kampung Yahim dan para pengguna fasilitas transportasi Danau harus bersinergi untuk menjaga areal Dermaga Yahim. Agar tumpukan sampah dapat diatasi. Ratusan kendaraan roda dua yang setiap hari parkir di terminal dermaga juga bisa aman. Pemerintah Daerah juga harus memikirkan tempat bagi pemilik kendaraan roda dua yang tinggal di Pulau atau Kampung di pesisir Danau Sentani.

” Ada beberapa muara sungai besar yang tidak jauh dari dermaga, selain sampah rumah tangga, sampah dari kota terbawa oleh arus banjir melalui muara sungai tersebut, ” katanya.

Sementara itu, Yosep Felle warga Kampung Yahim mengatakan, posisi Dermaga Yahim saat ini berada sedikit rendah dibandingkan permukaan air Danau saat musim panas. Ketika musim penghujan seperti saat ini, naiknya air danau akan menerobos keluar dermaga, bahkan menenggelamkan dermaga dan air bisa sampai di jalan raya.

Otomatis, kata Felle, berbagai jenis sampah kota dan sampah rumah tangga mengapung di sekitar dermaga. Ketika air surut, dermaga dipenuhi dengan tumpukan sampah.

Oleh sebab itu, dengan Pemerintah Kampung Yahim yang baru, dia berharap ada inovasi terbaru bagi fasilitas pendukung masyarakat, khususnya transportasi danau.

” Dermaga Yahim adalah fasilitas penunjang produksi ekonomi terbesar di daerah ini. Ada puluhan bahkan ratusan orang setiap pagi dan sore membawa hasil tangkapan ikan air tawar ke pasar melalui dermaga yahim. Sangat disayangkan apabila pemerintah daerah tidak memperhatikan fasilitas ini secara serius, ” ucapnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Related posts

Leave a Reply