Kasus kematian akibat COVID-19 di Kabupaten Jayapura masih tinggi

Pemakaman COVID-19 di Papua
Pemakaman pasien yang meninggal akibat COVID-19 di Pekuburan Covid Polomo, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. - Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Jumlah kasus kematian akibat COVID-19 di Kabupaten Jayapura, Papua sejak Januari hingga awal April 2021 telah mencapai 18 kasus. Tingkat kematian COVID-19 saat ini lebih tinggi dibandingkan tingkat kematian COVID-19 sepanjang 2020. Total jumlah kematian karena COVID-19 sepanjang 2020 mencapai 31 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Khairul Lie angka kematian akibat covid 19 di Kabupaten Jayapura saat ini cukup tinggi. Tingkat kematian COVID-19 saat ini memang baru mencapai empat persen, namun Khairul menyatakan peningkatan tingkat kematian itu perlu diwaspadai dan diantisipasi.

Read More

“Langkah-langkah tersebut mencakup vaksinasi COVID-19, penanganan pasien dengan gejala sedang agar [tidak mengalami] gejala berat melalui isolasi mandiri, dan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat bagi masyarakat,” ujar Khairul saat di hubungi di Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura, Senin (5/4/2021).

Baca juga: Angka kasus Covid-19 di Kota Jayapura mulai turun

Menurutnya, Tim Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 sejak awal telah mempunyai data data kematian akibat COVID-19. Semua data itu dianalisa berdasarkan jenis kelamin, umur, dan kelompok etnis. Laporan perkembangan pandemi COVID-19 itu setiap hari disampaikan dalam rapat Satgas COVID-19 Kabupaten Jayapura, dan diumumkan kepada publik.

“Angka kematian saat ini, secara kewilayahan, [yang] tertinggi [masih terjadi] di wilayah perkotaan. Oleh sebab itu, protokol kesehatan harus diterapkan [dan] benar-benar dipatuhi,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Yowari Kabupaten Jayapura, Petronela Risamasu mengatakan proses penanganan pasien di RSUD Yowari telah memisahkan pasien COVID-19 dan pasien selain COVID-19. “Semuanya berjalan berdasarkan Prosedur Operasi Standar di rumah sakit, dengan pembagian ruangan yang terpisah. Untuk pasien COVID-19 yang meninggal, dilayani langsung oleh petugas khusus yang sudah ditetapkan sejak awal pandemi itu,” katanya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Related posts

Leave a Reply