Demo di Kendari berakhir rusuh dan penahanan

Papua, kerusuhan
Ilustrasi, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Demonstrasi yang digelar ratusan orang di Jalan MT Haryono, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (17/9/2020) siang kemarin berujung rusuh, bahkan demonstran merusak fasilitas umum seperti lampu lalu lintas hingga menghadang pengguna jalan. Demonstrasi yang berujung bentrok antara warga dan aparat kepolisian juga menyebabkan dua polisi luka-luka.

Read More

“Kita harus memastikan bahwa itu adalah anarkis, anggota kami ada dua kena lempar batu,” kata Kepala Bidang Humas Polda Sultra, Kombes Ferry Walintukan, Jumat (18/9/2020).

Baca juga :DKI tak bisa larang demonstrasi saat PSBB transisi

Perkataan Bupati ini dinilai memicu kericuhan demonstrasi mahasiswa

Demonstrasi mahasiswa tuntut pembebasan tanpa syarat 7 Tapol Papua berlangsung damai

Ferry mengatakan aksi yang berujung rusuh itu berhasil dibubarkan pada pukul 16.00 WIT, setelah kepolisian mengeluarkan tembakan gas air mata ke arah massa. Saat ini polisi sedang menyelidiki aksi perusakan yang dilakukan peserta demo tersebut.

“Yang diamankan ada sekitar 4-5 orang, data terakhir ya,” ujar Ferry menambahkan.

Ia menduga aksi tersebut merupakan buntut keluhan dari sejumlah kelompok di Kota Kendari yang memprotes penanganan kasus ujaran kebencian di media sosial. Massa mendesak Polres Kendari segera menuntaskan kasus tersebut.

Namun, Ferry mengaku masih belum mengetahui lebih detail kelompok massa mana yang melakukan aksi tersebut. Oleh sebab itu, pihaknya bakal mengusut kerusuhan yang terjadi di Kota Kendari. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Related posts

Leave a Reply