
Papua No. 1 News Portal | Jubi
Nabire, Jubi – Fenomena unik terjadi di Nabire. Setiap penerimaan siswa baru, dipastikan harga hewan ternak ikut anjlok, karena dijual murah oleh pemiliknya. Contohnya hewan ternak sapi. Sejumlah orang tua siswa yang ada di Nabire, biasa menjual ternak sapinya dengan harga yang sangat murah, agar anaknya bisa mendaftarkan diri ke sekolah.
“Kalau penerimaan siswa baru biasanya dilepas (dijual) harga murah dari biasanya,” ujar Parmar, salah seorang peternak sapi di Nabire, Kamis (16/05/2019).
Dikatakan Parmar, hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dan biaya pendaftaran anak masuk ke sekolah namun ditingkat SMA dan perguruan tinggi, sedangkan bagi peternak yang anaknya mau masuk ke SD hal ini jarang sekali dilakukan.
“Masuk SMA atau mau kuliah biasanya begitu. Umumnya orang – orang lepas murah asal anak bisa sekolah,” terangnya.
Ditanya mengenai harga, Parmar mengatakan, untuk harga sapi di Nabire saat ini untuk sapi betina besar harganya berkisar Rp13 juta hingga Rp17 juta per ekornya. Sementara sapi jantan besar bisa mencapai Rp20 – Rp30 juta.
“Jadi kalau betina yang harga diatas Rp13 juta itu bisa turun sampai Rp9 juta. Dan jantan bisa Rp17 juta, kalau sudah kepepet (mendesak),” katanya.
Hal serupa disampaikan Jasmin. Fenomena ini menurutnya akan terjadi tiap tahun khususnya pada penerimaan siswa baru untuk SMA dan masuk perguruan tinggi.
Bagi sebagian orang di Nabire terutama di kalangan masyarakat Jawa, sapi menjadi tabungan bagi mereka untuk anak saat mengenyam pendidikan yang lebih tinggi.
“Kalau saya anggap tabungan saja. Untuk anak dan kebutuhan mendesak,” tuturnya. (*)
Editor : Edho Sinaga






