
Papua No. 1 News Portal | Jubi
Nabire, Jubi – Cuaca ekstrim yang terjadi akhir-akhir ini mengakibatkan puluhan rumah warga di pesisir pantai Kelurahan Kalibobo Distrik Nabire terancam abrasi. Pasalnya jarak antara bibir pantai dan perumahan kurang dari 10 meter.
“Dulu tahun 80-an itu masih jauh, hampir 35 meter. Tapi sekarang 10 meter tidak sampai,” kata Otto Wosiri, warga RT 8/RW 2 Kelurahan Kalibobo Distrik Nabire, kepada Jubi, Rabu (6/2/2019).
Menurut Wosisi, cuaca ekstrim dan tingginya gelombang laut akhir-akhir ini bahkan sebelumnya membuat diirinya bersama warga lain semakin resah.
“Kalau sudah musim ombak, kami selalu waspada, karena abrasi dan erosi. Rumah warga sepanjang pantai sangat dekat dengan bibir pantai dan terancam terkikis ombak,” terangnya.
Wosiri menceritakan dirinya mendirikan rumah tahun 2000 dan jarak antara rumah dengan bibir pantai masih skitar 30 meter.
“Saat ini ya seperti yang diliat, dapur sana tidak sampai 5 meter lagi. Jadi kalau air naik atau ombak tinggi kalau malam, kami tidak bisa tidur dan selalu was-was, ” tuturnya.
Terpisas, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nabire, Blasius Nuhuyanan, membenarkan bahwa gelombang tinggi akhir-akhir ini terus terjadi berakibat abrasi.
Sejak tahun lalu pihaknya sudah mendata kawasan teluk berdampak abrasi. Hal ini bukan baru terjadi, akan tetapi sudah bertahun-tahun.
“Ya, ini kan ombak, tapi kami sudah data, mulai dari kawasan Teluk Kimi Samabusa sampai pantai Waroki Distrik Nabire Barat,” jelasnya.
Nuhuyanan mengimbau kepada warga agar selalu waspada dan berhati-hati dengan cuaca ekstrim dan gelombang tinggi.
“Saya juga minta warga agar bersabar karena ini tugas beberapa OPD. Jadi bersama stakeholder terkait akan kami koordinasi dan berupaya mendorong aspirasi warga ke kepala daerah dan pusat untuk segera menyikapi permasalahan tersebut,” imbuhnya. (*)
Editor: Dewi Wulandari





