Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Bupati Jayapura Mathius Awoitauw menyatakan Pemerintah Kabupaten Jayapura sudah mengusulkan agar jalan provinsi penghubung Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura, dan Depapre ditingkatkan statusnya menjadi jalan nasional. Peningkatan status jalan itu dinilai penting untuk memastikan kondisi jalan terawat, sehingga bisa mendukung aktivitas pelabuhan tol laut Depapre.
Hal itu disampaikan Mathius Awoitauw seusai peresmian beroperasinya pelabuhan tol laut Depapre pada Rabu (27/1/2021). Awoitauw menyatakan ruas jalan provinsi yang diusulkan kepada pemerintah pusat untuk dijadikan jalan nasional itu meliputi jalan Sentani menuju Depapre, Worambaim menuju Demta, Lereh menuju Tengon dan Lingkar utara Danau Sentani.
“Sudah kami usulkan ke pusat, bahkan sudah kami bertemu dengan Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dua kali. [Kami juga sudah bertemu] Kepala Balai Jalan Nasional, baik yang lama maupun yang baru,” ujar Awoitauw usai menghadiri bongkar muat perdana pelabuhan tol laut Depapre, Rabu.
Baca juga: Masyarakat usul nama Habel Melkias Suwae diabadikan jadi nama pelabuhan Depapre
Meskipun telah diusulkan sejak lama, Awoitauw menyatakan usulan itu belum pernah ditindaklanjuti pemerintah pusat. Padahal, saat ini telah ada Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.
” Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat lagi tunggu siapa? Saya tidak mengerti, Balai [Jalan] tunggu Wakil Menteri, Wakil Menteri tunggu Menteri, kami terus menunggu disini,” ungkapnya.
Baca juga: Siapa saja boleh berinvestasi di pelabuhan tol laut Depapre
Selama peningkatan status jalan itu belum ditindaklanjuti, Awoitauw mengharapkan dukungan Pemerintah Provinsi Papua untuk memperbaiki kondisi jalan Sentani menuju Depapre. Apalagi, saat ini pelabuhan tol laut Depapre telah resmi beroperasi.
“Setiap delapan hari [sekali], kapal akan [bersandar] melakukan bongkar muat di Dermaga Depapre. Dengan kondisi jalan seperti [saat] ini, akan sangat sulit dalam [mendukung operasional [pelabuhan tol laut],” ucapnya.
Salah satu tokoh masyarakat Depapre, Jack Suwae mengatakan seluruh masyarakat sangat mengharapkan adanya perbaikan jalan dari Depapre ke Sentani. Suwae juga mengatakan, masyarakat hanya menunggu, karena infrastruktur jalan bukan kewenangan masyarakat. “Penantian [kami] lama juga, apalagi saat ini tol laut sudah dibuka. Tidak mungkin kondisi jalan seperti itu [dapat menopang aktivitas terkait tol laut],” kata Suwae. (*)
Editor: Aryo Wisanggeni G






