BKSDA teliti temuan bunga bangkai berbuah mirip sawit

Bunga bangkai, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Bukittinggi, Jubi – Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bukittinggi, Vera Ciko, telah mengecek temuan bunga bangkai jenis Amorphophallus titanum berbuah yang ditemukan warga. Vera  membenarkan tersebut dan akan meneliti keberadaan bunga itu.

Read More

“Ini merupakan pertama kalinya terjadi, bunga bangkai itu berbuah mirip sawit dengan tinggi 179 sentimeter dan lingkar 40 sentimeter,” Vera, Kamis (15/4/2021) kemarin.

Ia menjelaskan biasanya bunga bangkai setelah mekar akan mengerucut kemudian layu dan mati. Namun temuan di ladang milik warga itu menunjukkan bunga bangkai itu masih terus tumbuh bagus dengan buahnya. “Kami perkirakan penyerbukannya bagus hingga menghasilkan buah seperti ini,” kata Vera  menambahkan.

Baca juga :  Bunga rafflesia terbesar di dunia bakal mekar di kawasan ini 

Bunga bangkai kembali tumbuh di Kebun Raya Bogor 

Bunga tertinggi di dunia segera mekar di Bengkulu

Vera mengaku akan meneliti temuan bunga bangkai itu karena baru pertama kali ditemukan. Menurut dia, masyarakat di sekitar penemuan bunga bangkai berbuah ini sudah sangat mengerti dengan status bunga bangkai ataupun Raflesia yang dilindungi.

Bunga jenis ini dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Warga menemukan bunga bangkai jenis Amorphophallus titanum yang memiliki buah pada ujung batangnya. Penemuan langka ini didapati di kawasan ladang milik warga di Jorong Aia Tabik, Nagari Kamang Mudiak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

“Bunga bangkai unik ini tumbuh di ladang milik Pakiah (62), dia melapor kepada saya ketika melihatnya sekitar sepekan yang lalu,” kata warga setempat Win Choto 58 tahun.

Menurut Win, bunga bangkai itu tumbuh di daerah perbukitan yang berjarak sekitar tiga kilometer dari permukiman warga. Keberadaan buah baru kali ini ditemukan dari sejumlah temuan bunga sejenis yang tumbuh di wilayah itu. (*)

Editor : Edi Faisol

Related posts

Leave a Reply