
Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Amelia mengurangi laju sepeda motornya saat melintasi tikungan di pertigaan pantai Holtekamp, Distrik Muara Tami, ketika melihat banyak pengendara melaju pelan.
Alih-alih ingin berbalik arah, dari kejauhan seorang warga dilengkapi pengeras suara atau toa memintanya untuk tetap melanjutkan perjalannya. Setelah mendekati warga yang memanggilnya itu, Amelia diminta untuk turun dari kendaraanya kemudian memarkirkannya di pinggir jalan.
“Saya kira sweeping, ternyata disuruh cuci tangan dan motor saya disemprot dengan disinfektan. Katanya untuk cegah virus corona,” ujar Amelia sambil tersenyum, Rabu (8/4/2020).
Menurut Amelia, hal itu tidak diketahuinya karena tepat berada di belakang mobil, apalagi kondisinya saat itu sedang berada di tikungan.
“Saya sangat memberikan apresiasi karena pencegahan dini sangat penting sebagai perlindungan diri karena siapapun rentan terkena virus corona. Saya tinggal di Muara Tami,” jelas Amelia.
Seorang petugas disinfeksi, Steven Merauje, mengaku menghentikan pengendara di tengah jalan adalah kegiatan blokade wilayah untuk mencegah penyebaran virus corona masuk di Distrik Muara Tami.
“Ini hari kedua kami lakukan blokade jalan atas instruksi dari Kepala Distrik Muara Tami. Masyarakat merasa terbantukan. Artinya, yang tidak membawa anti septik dan sarung tangan, kami arahkan mampir cuci tangan supaya lebih steril lagi,” ujar Merauje.
Kepala Distrik Muara Tami, Supriyanto, mengatakan warga yang tidak memiliki kepentingan diminta untuk pulang guna menghindari penyebaran virus corona.
“Karena kami masih zona hijau (belum terpapar corona) tapi kami terus berupaya mencegahnya. Kegiatan ini sampai masa siaga corona ini dihentikan. Petugas yang melakukan penyemprotan adalah aparat pemerintahan kampung,” jelas Supriyanto. (*)
Editor: Dewi Wulandari





