8 prajurit Batalyon 756/WMS kembali dari tugas perdamaian di Kongo, Afrika

Prajurit Batalyon 756/WMS yang baru tiba dari Kongo saat kembali ke Mako. -Jubi/Islami

Papua No.1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Setelah melaksanakan tugas selama satu tahun tiga bulan di Kongo, Afrika, dalam misi perdamaian dunia, delapan prajurit Batalyon 756/Wimane Sili akhirnya kembali ke tempat asal.

Bertempat di lapangan Batalyon 756/WMS, Senin (12/4/2021), dilakukan upacara penyambutan yang dipimpin langsung oleh Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua.

Read More

Dandim 1702/Jayawijaya, Letkol Inf Arif Budi Situmeang mengatakan, delapan prajurit tersebut telah menyelesaikan misi perdamaiannya di bawah naungan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di Kongo, dalam rangka pengamanan pembangunan jalan di wilayah terisolir.

“Mereka melakukan pengamanan pembangunan jalan dan bergabung dengan Batalyon Denzipur II, di mana kedelapan prajurit ini merupakan putra terbaik TNI AD khususnya di Batalyon 756/WMS,” kata Dandim.

Lanjut Dandim, kedelapan prajurit tersebut merupakan yang terlibat dalam evakuasi korban penembakan karyawan PT Istaka Karya di Nduga pada 6 Desember 2018, sehingga diberikan kesempatan ikut seleksi untuk bergabung dengan pasukan PBB lainnya di Kongo.

“Kedelapan orang ini mendapatkan reward/penghargaan sebelum berangkat tugas, ada yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa, penghargaan dari Kepala Staf Angkatan Darat untuk bisa sekolah mendahului teman-tamannya,” katanya.

“Hal ini membuktikan jika negara, Panglima TNI, Kasad memberikan kesempatan yang sama kepada prajurit, terbukti batalyon yang ada di Jayawijaya dan jauh dari Jakarta tetapi prajuritnya diberikan kesempatan untuk mengikuti seleksi, apalagi tiga di antaranya merupakan putra dari Jayawijaya dan Tolikara,” sambung Dandim.

Sementara itu, Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua menyebut suatu kebanggaan prajurit Batalyon 756/Wimane Sili dan ada putra asli pegunungan dapat masuk dalam tim misi perdamaian PBB.

“Sekarang mungkin baru delapan orang yang diutus, besok-besok pasti akan ada lagi yang lainnya, sehingga ini diharap menjadi motivasi bagi prajurit lainnya di Batalyon 756/Wimanesili,” kata Banua.

Seorang prajurit yang telah kembali dari tugasnya itu, Prajurit Satu Andreas Kossy asal Jayawijaya merasa bangga bisa terlibat dalam misi PBB tersebut, karena selama ini belum pernah terbang ke luar negeri.

“Saya hanya tahu berangkat dari Wamena ke Jayapura saja, ternyata dunia itu luas dan merasa bangga bisa tahu negara lain karena terlibat dalam pasukan perdamaian dunia, sekembalinya ke satuan dan keluarga dengan selamat,” kata Andreas Kossy. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Related posts

Leave a Reply