12 satwa Papua dikembalikan ke hutan Rhepang Muaif

Pelepasliaran 12 ekor satwa Papua di Hutan Adat Isyo Rhepang Muaif, Distrik Nim bokrang, Kabupaten Jayapura, Minggu (17/10/2021). – Jubi/Timoteus Marten

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua melepasliarkan 12 ekor satwa Papua di Hutan Adat Isyo Rhepang Muaif, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Papua.

Sebanyak 12 satwa yang dilepas pada Minggu (17/10/2021) itu di antaranya, satu ekor cenderawasih kuning kecil (Paradisaea minor), dua ekor kakatua koki (Cacatua galerita), dan sembilan ekor kasturi kepala hitam (Lorius lory). Semuanya termasuk dalam daftar satwa yang dilindungi undang undang, berstatus Least Concern (risiko rendah) dalam IUCN Redlist, dan termasuk appendix II CITES.

Read More

Kepala BBKSDA Papua, Edward Sembiring mengatakan, 12 satwa itu merupakan hasil translokasi dan penegakan hukum (gakkum) Balai Penegakan Hukum Maluku-Papua.

Menurut dia, satu ekor cenderawasih kuning kecil dan dua ekor kakatua koki atau burung yakob, ditranslokasi dari Sumatera Utara. Itu merupakan hasil penegakan hukum di Sumatera Utara dan ditranslokasi tahun 2020. Setelah itu pihaknya melakukan rehabilitasi dan habituasi.

“Kita pastikan dia bebas flu burung dan hasil serologi juga aman, sehat, makanya kita lepaskan,” kata Sembiring kepada Jubi di Kampung Rhepang Muaif, Minggu (17/10/2021).

Pelepasliaran 12 satwa ini juga disaksikan Claudio F. Nenobesi dan Samice Juvita Kerlin Mou. Keduanya merupakan atlet kontingen Papua peraih medali emas pada PON XX dari cabang olahraga karate. Selain itu, Pengurus Federasi Olahraga Karatedo Indonesia (FORKI) Provinsi Papua, serta sejumlah atlet karate lainnya juga turut hadir.

“Adik-adik atlet ini publik figur, sosok-sosok muda yang berprestasi mengharumkan tanah Papua. Dukungan mereka terhadap kegiatan pelepasliaran satwa ini semoga menjadi inspirasi bagi masyarakat luas, terutama kalangan generasi muda, untuk lebih peduli terhadap kelestarian keanekaragaman hayati di Papua,” kata Sembiring.

Sembiring juga berterima kasih kepada PB PON XX, yang telah bekerja sama dalam pengawasan dan pengendalian peredaran satwa liar endemik Papua selama PON berlangsung di Papua, 2 – 15 Oktober 2021. Ini terbukti karena tidak ada penggunaan aksesori atau atribut berbahan satwa endemik Papua yang dilindungi undang-undang.

Peraih emas karate Papua pada PON XX Papua, Claudio F. Nenobesi mengajak generasi milenial dan orang papua agar tetap menjaga hutan dan semua satwa yang ada di dalamnya.

“Semoga ke depan satwa-satwa endemik Papua semakin terjaga,” katanya.

Sementara itu Samice menyampaikan ungkapan singkat, tetapi penuh makna tentang kelestarian dan kesejahteraan satwa.

“Senang bisa secara langsung melihat cenderawasih terbang bebas di alam,” kata Mou.

Pengelola Hutan Adat Isyo, Alex Waisimon mengungkapkan rasa syukurnya atas keterlibatan kaum muda, sebab pelepasliaran 12 satwa ini juga dihadiri anak-anak pramuka.

Dia berharap agar anak-anak muda tertarik menjaga hutannya, sehingga ke depan muncul anak muda yang meneruskan perjuangannya dalam menjaga hutan Papua.

“Semoga ke depan ada Alex-Alex yang lain,” kata penerima Kalpataru

Waisimon melanjutkan, masyarakat adat di Rhepang Muaif dan sekitarnya mengenal filosofi dalam bahasa Genyem, temung tey temung frip. Ungkapan ini bermakna agar kita memanfaatkan hutan secukupnya dan menyimpan yang lainnya untuk anak cucu.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Indra Exploitasia, mengapresiasi upaya yang terus dilakukan oleh BBKSDA Papua dalam menyelamatkan kekayaan alam. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dalam kegiatan pelepasliaran satwa endemik Papua ke habitat alaminya.

Dikatakan, negara sebagai pemilik keanekaragaman hayati, termasuk tumbuhan dan satwa liar, dapat bekerja sama dengan masyarakat dalam melakukan konservasi keanekaragaman hayati.

Dia pun berterima kasih kepada masyarakat adat di Kampung Rhepang Muaif, yang aktif mendukung pemerintah dalam melindungi dan melestarikan satwa liar.

“Semoga burung-burung tersebut berkembang biak dan lestari di habitatnya, serta terus berkicau menyemarakkan Hutan Adat Isyo,” katanya. (*)

Related posts

Leave a Reply