Papua No. 1 News Portal I Jubi,
Jayapura, Jubi – Pelatih kepala Persipura, Wanderley Junior akui timnya hanya bisa bermain imbang tanpa gol saat menjamu PSM Makassar, Rabu (27/09/2017) sore, di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua.
Wanderley bilang laga ini bukan hari sempurna bagi Persipura untuk memenangkan pertandingan.
"Untuk peluang bola mati, kita punya spesialis Ian Kabes bisa korner, free kick bagus. Tapi pertandingan mungkin bukan hari baik bagi kita, " ucapnya.
Ia mengaku anak asuhnya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk bisa dapat peluang cetak gol. Namun dari beberapa peluang yang tercipta tidak membuahkan hasil.
"Sekarang kita pikir pertandingan berikut, karena kita masih berada di jalur kemenangan," katanya.
Terkait aksi pelemparan dari suporter, mantan pelatih Perseman ini menilai semua tim tahu cara mengalahkan Persipura ialah dari sisi emosi.
Ia juga meminta maaf atas aksi pelemparan botol dan batu yang akhirnya mengenai pemain Persipura Ricardo Salampessy.
"Harus kita belajar dari sisi baik. Saya orangnya terima kritik dari siapa pun. Cuma aksi ini sedikit salah. Jadi ini pelajaran bagi kita agar ke depan lebih bagus. Kasihan pemain kita kena pelemparan," akunya.
Ia menambahkan, beberapa kali anak asuhnya mencoba melakukan serangan dari sisi kiri maupun kanan, dan bola umpan jauh. Usaha ini kandas sebab PSM bermain bertahan, sehingga berhasil menahan serangan Persipura.
"Kita selalu latihan shooting, kombinasi menyerang kita pakai, cuma itu pilihan dari pemain yang membawa bola. Jadi tidak mungkin kita paksa mereka untuk shooting. Beberapa kali pemain kita lakukan shooting, tapi mengenai lawan. Ada peluang juga tapi kena mistar. Jadi kita harus terima ini dan perbaiki untuk pertandingan berikut," tutup Wanderley.
Gelandang muda Persipura, Yan Pietr Nasadit menambahkan, pemain sudah berusaha maksimal bermain. Tetapi ia menilai hanya penyelesaian akhir belum maksimal.
"Untuk pertandingan berikut kita berusaha untuk meraih poin penuh," kata Nasadit. (*)





