
Jayapura, Jubi – Wakil Gubernur (Wagub) Papua, Klemen Tinal mengatakan menjadikan Tanah Papua bebas dari minuman keras (Miras) kuncinya ada pada masyarakat Papua sendiri, bukan pada miras.
“Jika masyarakat diedukasi dan tidak membeli lagi miras, maka dengan sendirinya distributor maupun toko-toko yang menjual minuman beralkohol akan tutup dengan sendirinya,” kata Klemen Tinal kepada wartawan, di Jayapura, Senin (11/4/2016).
Menurut Tinal, pemasok minuman beralkohol di Papua tidak banyak, hanya ada sekitar dua distributor saja di Jayapura. Kalau mau tutup ya tutup saja, masa di Aceh bisa di Papua tidak bisa.
“Sebenarnya tidak perlu paksa-paksa pun kalau distributor diperintahkan tutup, ya pasti akan tutup dengan sendirinya. Kedua, kalau masyarakat mulai stop beli miras saya yakin distributor dan tokonya akan tutup,” ucapnya.
Masih menurut Tinal, mestinya masyarakat mulai di edukasi untuk stop beli miras sehingga dengan berkurangnya permintaan, diyakini distributor akan mulai melirik jenis usaha lain karena sudah tak menguntungkan dirinya lagi.
Setelah itu, lanjut Klemen, barulah pihak pemerintah mengalihkan perhatiannya kepada pemberantasan minuman lokal yang harganya terjangkau, namun memiliki jumlah kadar alkohol tinggi serta tak terukur.
“Makanya perlu kerja sama dengan pihak Satpol dan kepolisian. Antara lain, apakah dengan menebang pohon enau atau lainnya. Kemudian, menyurat ke Pemerintah Sulut untuk menghalau peredaran minuman lokal cap tikus supaya tak masuk Papua,” kata Tinal.
Dia menambahkan, hal ini menjadi kewajiban semua pihak untuk menghalau peredaran masuknya miras ke Papua, baik yang selama ini sudah ada atau mengantongi ijin resmi maupun ilegal.
Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe dengan tegas mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia, yang ingin berkunjung ke Bumi Cenderawasih untuk tidak membawa minuman beralkohol.
“Kami akan sampaikan kepada masyarakat Indonesia, ketika ingin masuk di Papua dilarang membawa minuman beralkohol,” kata Lukas Enembe.
Enembe katakan, penegasan ini dilakukan untuk menyelamatkan orang-orang Papua. Pasalnya setiap tahun pasti ada orang Papua dan rumah tangga yang rusak akbibat minuman beralkohol.
“Habis minum terus ribut, baku pukul dan akhirnya anak-anak menjadi terlantar dan berperilaku menyimpang,” ucapnya.
Menurut ia, kedepan tim gabungan akan lakukan razia minuman keras secara terus menerus, artinya tidak setengah-setengah. “Kami akan siapkan orang untuk menjaga pintu masuk dan keluar. Siapapun yang datang, semua barang bawaan akan diperiksa, baik itu kartu tanda penduduk maupun lainnya,” katanya. (Alexander Loen)