Wabah flu Afrika, Malaysia segera musnahkan 3 ribu babi

Ilustrasi Ternak Babi di Papua
Ilustrasi ternak babi - Jubi/IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Pemerintah Malaysia berencana memusnahkan sekitar tiga ribu ekor babi di peternakan maupun hutan. Kebijakan itu dilakukan akibat wabah flu babi Afrika yang terdeteksi menjangkiti 300 ekor babi di Distrik Pitas, Kota Marudu dan Beluran, Negara Bagian Sabah.

Read More

Tercatat kebijakan iu bukan pertama kalinya Malaysia mendeteksi wabah flu babi Afrika di wilayah mereka. Wakil Menteri Besar Sabah, Jeffrey Kitingan, pada akhir pekan lalu pemerintah terpaksa membunuh 22 ekor babi yang terjangkit penyakit itu.

“Diperkirakan ada 2.000 ekor babi di Pitas dan ada sekitar seribu ekor babi hutan dalam radius 50 kilometer. Seluruh binatang ini harus dimusnahkan,” kata Kitingan.

Baca juga :  Kebijakan kontrol pangan di Venezuela, harga telur melebihi gaji sebulan 

Lebanon waspadai risiko krisis pangan 

Biden pilih perempuan pimpin lembaga intelijen

Meski flu babi Afrika sangat mematikan bagi hewan, namun belum ditemukan bukti penyakit itu membahayakan manusia. Kebijakan memusnahkan babi akibat wabah itu bisa membuat kelangkaan daging babi yang dijadikan bahan pangan sejumlah penduduk.

China yang merupakan penghasil daging babi terbesar di dunia mendeteksi varian baru virus flu babi pada pekan lalu. Virus mutasi itu ditemukan di sejumlah peternakan babi sepanjang 2018 hingga 2019, dan kini menyerang babi hutan. (*)

Editor : Edi Faisol

Related posts

Leave a Reply