Vanuatu akan perkenalkan pajak ‘gula’ atas produk impor

Direktur Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan Vanuatu, Donald Pelam. - DVU/ Kizzy Kalsakau
Direktur Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan Vanuatu, Donald Pelam. – DVU/ Kizzy Kalsakau

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Vila, Jubi – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Vanuatu telah menyusun laporan mengenai pajak produk impor untuk melawan prevalensi Penyakit Tidak Menular (NCD) di Vanuatu.

Read More

Dokumen itu berjudul: “Pemajakan gula untuk mengurangi beban nasional Penyakit Tidak Menular”.

Setelah disahkan oleh Dewan Menteri-Menteri (COM), laporan tersebut akan menurunkan konsumsi gula masyarakat melalui pajak penjualan atas produk dengan kadar gula tinggi.

Pada 2014, Pemerintah Vanuatu, melalui COM sepakat untuk mengenakan pajak cukai pada minuman ‘yang mengandung kadar gula tinggi’, sebesar Vt50 per liter, namun dengan kebijakan fiskal yang baru ini, semua produk impor dengan kandungan gula tinggi dimasukkan.

Keputusan ini bertujuan untuk meningkatkan harga penjualan kepada konsumen, untuk produk-produk kadar gula tinggi, supaya mendorong publik menggantinya dengan produk-produk yang lebih sehat dan terjangkau.

Direktur Kesehatan Masyarakat, Donald Pelam, menerangkan bahwa meskipun ada kepanikan akibat virus corona di media, orang-orang harus mengalihkan perhatian mereka pada apa yang sebenarnya terjadi di negara ini, dan waspada terhadap penyakit yang masih ada, yang sudah lama merenggut nyawa.

“Kasus NCD telah merenggut 74% nyawa di negara ini,” katanya. “Laporan yang dianalisis menunjukkan 25-50% populasi dipengaruhi oleh penyakit kronis.”

NCD, seperti diabetes, penyakit jantung, stroke, dan kanker, diakui secara global sebagai penyebab utama kematian dan berkontribusi pada kematian dini.

“Memberlakukan pajak atas produk impor akan menaikkan harga dan mencegah penjualan. Oleh karena itu, langkah-langkah ini diambil untuk mengurangi konsumsi senyawa-senyawa ini dianggap sangat penting, untuk menanggulangi epidemi NCD dan untuk mempromosikan kebiasaan makan yang sehat.” (Daily Post Vanuatu)

Editor: Kristianto Galuwo 

Related posts

Leave a Reply