Vanuatu akan buka perbatasan untuk pariwisata mulai September

Bandara internasional Vanuatu di Bauerfield di Port Vila. - RNZI / Beverley Tse

| Papua No.1 News Portal | Jubi

Port Vila, Jubi – Keputusan Dewan Menteri (CoM) Vanuatu No. 103 pada 16 Juli lalu telah menyetujui dimulainya negosiasi mengenai travel bubble atau ‘gelembung’ perjalanan antara Vanuatu dengan sejumlah negara yang akan memperbolehkan pengunjung dari negara tertentu untuk berlibur disana, kebijakan yang sekarang diberikan nama resmi Tamtam Bubble.

Read More

CoM telah sepakat dan merekomendasikan agar perbatasan masuk Vanuatu dibuka kembali pada 1 September 2020 mendatang.

Para menteri telah mengindikasikan bahwa mereka akan membuka perbatasan negara itu untuk memungkinkan pergerakan orang dan barang yang aman, namun ketat, dari Australia, Selandia Baru, dan negara-negara lain dimana tidak ada laporan kasus Covid-19 baru dalam 30 hari terakhir sebelum pengunjung tiba di Vanuatu.

Meski telah mengambil keputusan untuk membuka perbatasan Vanuatu, CoM menekankan bahwa prioritas dewan itu masih untuk memastikan kesehatan dan keselamatan warga Vanuatu tetap terjaga.

Suatu tim teknis akan dibentuk untuk memimpin proses negosiasi Tamtam Bubble. Tim teknis itu akan terdiri dari mitra-mitra yang berkepentingan dari sektor Penerbangan, Pariwisata, dan Transportasi, termasuk Airports Vanuatu Limited, Air Vanuatu Operations Limited, Kantor Pariwisata Vanuatu, dan badan-badan pemerintah lainnya yang bertanggung jawab atas urusan kesehatan masyarakat, pelayanan keimigrasian Vanuatu, urusan luar negeri, Bea Cukai, Keamanan Hayati, Keuangan dan Manajemen Ekonomi, dan Kantor Penanggulangan Bencana Nasional (NDMO).

Pernyataan resmi mengenai Tamtam Bubble akan diumumkan pada 30 Juli. (Daily Post Vanuatu)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Related posts

Leave a Reply